Parpol Baru Jadi "Tempat Penampungan" Politikuis yang Terpinggirkan

Putri Anisa Yuliani
17/6/2018 16:43
Parpol Baru Jadi
(MI/RAMDANI)

JELANG Pemilu 2019 pengamat politik dari Universitas Paramadina Toto Sugiarto memprediksi fenomena politisi berpindah partai akan semakin marak. Parpol baru akan banyak menjadi tempat penampungan politisi terpinggirkan.

Menurutnya hal itu disebabkan banyaknya kader yang terpinggirkan sehingga harus berpindah perahu parpol guna mencari peluang. "Ya saya kira akan semakin banyak nantinya," ujar Toto saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (17/6).

Toto mengungkapkan penyebab adanya kader yang terpinggirkan yakni rivalitas antar kader guna mendapat dukungan dari elit politik untuk maju dalam pemilihan legislatif di dalam partai besar cukup sengit.

Jika tidak disertai kedekatan dengan elit politik atau memiliki modal besar, maka para kader yang lemah dengan elektabilitas rendah cenderung terpinggirkan.

"Semakin mendekati Pemilu orang akan berlomba mendapat dukungan untuk jadi calon legislatif. Tapi persaingan sulit sehingga banyak yang terpinggirkan," tukasnya.

Hal ini bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan parpol baru guna mengerek elektabilitas. Tapi, itu hanya bisa dilakukan jika yang berpindah adalah orang yang memiliki elektabilitas tinggi.

Jika tidak, maka parpol baru hanya jadi penampung dan hubungan yang dimiliki tidak akan bertahan lama. "Hanya akan ada azas saling memanfaatkan," terangnya.

Namun, beda halnya dengan Titiek Soeharto. Toto menyebut kepindahan putri mantan presiden Soeharto itu bukan semata mencari peluang. Menurutnya, sebagai politisi ulung yang sudah besar di partai yang elit pula, ada tujuan dasar lain yang ingin dicapai Titiek melalui kepindahannya ke Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto.

"Ada tujuan dasar yang hendak dicapai Titiek. Misalnya untuk membangkitkan lagi semangat dan kebijakan yang dulu diterapkan orang tuanya Pak Harto. Tujuannya lebih dasar dari sekadar mendapatkan kursi," ujarnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya