Hasanah Klaim Unggul di Ciayumajakuning

Bayu Anggoro
12/6/2018 08:10
Hasanah Klaim Unggul di Ciayumajakuning
(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

KUBU pasangan calon Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) mengklaim unggul di sejumlah daerah pemilihan (dapil) pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Pasangan nomor urut 2 itu unggul di beberapa kawasan seperti Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan), serta Priangan timur yang meliputi Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, dan Pangandaran.

Selain itu, calon yang berlatar belakang TNI dan Polri ini pun mengklaim bisa meraih suara signifikan di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

Namun, Ketua Tim Pemenangan Hasanah, Abdy Yuhana, mengakui pasangan yang diusungnya masih lemah di sejumlah wilayah seperti Sukabumi dan Cianjur.

Hal itu akan disikapi dengan menggencarkan kampanye door to door di wilayah tersebut.

"Kami akan menggenjot di Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, dan Cianjur. Di sana kami akan optimalkan dengan pola door to door," katanya di Bandung, kemarin.

Kandidat yang diusung PDI Perju-angan itu diprediksi mengantongi 7,39 juta suara atau setara 33%. Raihan angka tersebut bukan tanpa alasan yang kuat.

Menurut Abdy, pihaknya sudah memetakan daerah pemilihan di Jawa Barat dengan langsung melakukan sensus ke masyarakat.

Ia menambahkan, terdapat 359 ribu kader yang melakukan sensus ditambah dengan relawan, pengurus struktur dari tingkat ranting, serta 244 anggota DPRD kabupaten/kota, dan 20 anggota DPRD provinsi.

"Sensus ini dilakukan seluruh pengurus struktur, kader, dan anggota DPRD dari PDI Perjuangan. Kami terus konsolidasi. Semuanya sudah mengumpulkan prediksi hasil raihan suara," katanya.

Dengan adanya peta raihan suara itu, pihaknya menekankan seluruh kader dan relawan agar mempertanggungjawabkan hasil datanya tersebut.

"(Raihan suara) ini data riil, data yang diberikan setiap anggota DPRD. Ini akan menimbulkan konsekuensi, mereka akan mempertanggungjawabkan hasil ini ke partai," katanya.

Kampanye hitam

Kubu pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi melaporkan kampanye hitam ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, kemarin.

Laporan tersebut terkait dengan beredarnya video sekelompok masyarakat yang meminta doa selain kepada Tuhan agar pasangan nomor 4 itu meraih kemenangan.

Salah seorang tim kampanye Deddy-Dedi yang melaporkan kasus itu ke Bawaslu, M Iswara, mengatakan saat ini beredar video di media sosial dari sekelompok orang yang mengaku sebagai pendukung Deddy-Dedi.

Dalam tautan video https://youtu.be/I9vpYpXytA8 itu, mereka meminta doa kepada Nyi Roro Kidul agar pasangan tersebut meraih kemenangan.

Dia merasa sangat dirugikan dengan beredarnya video itu karena bertujuan menjelekkan citra kandidat yang diusungnya.

"Setelah kami pelajari, jelas ini tujuannya down grade pasangan kami. Ingin menunjukkan pasangan kami memohonnya tidak hanya ke Tuhan," katanya.

Menurut dia, kampanye hitam yang dialamatkan kepada pasangan Deddy-Dedi bukan yang pertama kali. Sebelumnya, lanjut Iswara, pihaknya dua kali dirugikan hal serupa.

"Dulu di Bandung, kedua di Purwakarta. Yang sekarang ini enggak tahu lokasi pantainya di mana. Yang pasti kami sudah cek silang ke partai dan relawan, dan dari kami tidak ada yang melakukan itu," ujarnya. (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya