Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA bahan pangan pokok selama Ramadan dan Lebaran biasanya melambung. Namun, berkat antisipasi pemerintah, dalam dua kali periode Ramadan dan Lebaran ini terpantau pasokan dan harga pangan relatif stabil.
Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, selama ini beberapa pihak kerap memanfaatkan kesempatan ketika harga pangan naik. Itu terus diulang setiap tahun sehingga menjadi rutinitas.
"Padahal itu tidak boleh dibiarkan dan tidak bisa ditoleransi," tegas Enggartiasto saat berbincang dengan Media Indonesia di Kendari, Sulawesi Selatan, kemarin.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah, termasuk oleh Kementerian Perdagangan yang merupakan kementerian teknis terkait. Enggartiasto mengungkapkan, sejak tahun lalu, pola pengawasan telah diubah. Pasokan dan harga dipantau secara berkelanjutan oleh seluruh pihak terkait dan juga yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pangan.
Pada tahun ini, Kemendag secara langsung menyebar hingga 205 staf, termasuk para eselon satu, untuk memantau langsung lokasi yang rentan mengalami lonjakan harga.
"Eselon satu bertanggung jawab atas beberapa daerah guna memudahkan komunikasi dari staf di lapangan. Jika stok menipis, kami bisa langsung ambil keputusan untuk mengeluarkan pasokan," terangnya.
Selain itu, pendekatan secara persuasif juga dilakukan. Pemerintah, sejak jauh hari sebelum Ramadan, telah bertemu dengan para pemangku kepentingan untuk berdialog soal periode kritis tersebut.
Upaya-upaya itu terbukti efektif. Dalam dua kali periode Ramadan dan Lebaran, pasokan dan harga terpantau stabil. "Sejak 2017, kami bisa kendalikan. Tidak ada gejolak harga sampai sekarang. Tidak ada alasan naik karena pasokan kita banyak," tandas Mendag.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menjelaskan pasokan bahan pangan aman karena pemerintah telah mengantisipasi dengan menyiapkan berbagai komoditas yang rentan mengalami gejolak.
"Pasokan kami siapkan sejak dua sampai tiga bulan sebelumnya," ujar Agung di Jakarta, kemarin.
Kementan memiliki instrumen distribusi Toko Tani Indonesia (TTI) yang berperan memasarkan secara langsung produk pertanian dari petani tanpa melewati tengkulak atau pemasok. Harga yang dijual lebih murah karena rantai pasok yang dilalui sangat sederhana.
"Kami memiliki lebih dari 2.000 TTI yang membantu memengaruhi harga di pasar," ucap Agung.
Inflasi dan satgas
Pengamat pertanian Khudori menilai memang ada perubahan signifikan dalam harga pangan. Pemerintah dapat menjaga situasi sehingga harga tidak terus melambung.
Ia juga melihat apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah baik. "Sebenarnya kuncinya ada pada inflasi April dan Mei. Pada dua bulan itu, inflasi tercatat rendah. Jika sebelum Ramadan inflasi rendah, sekalipun ada kenaikan harga pada Ramadan, itu tidak akan terlalu signifikan," jelasnya.
Khudori juga memuji peran Satgas Pangan yang secara tidak langsung membantu membawa perubahan atas ritual lonjakan harga setiap Ramadan dan Lebaran.
"Sejak dibentuk Mei 2017, Satgas Pangan intensif betul masuk pasar. Para pelaku pasar yang seolah-olah selama ini tidak ada yang mengawasi, jadi ada yang mengawasi. Akhirnya mereka tidak berani lagi bermain-main seperti sebelumnya," tandas Khudori. (X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved