Golkar Minta Titiek Tak Pakai Alasan "Tidak Kritis" Untuk Pindah Partai

Antara
11/6/2018 19:05
Golkar Minta Titiek Tak Pakai Alasan
(ANTARA FOTO/ Reno Esnir)

KETUA DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan internal partainya tidak terganggu terkait kepindahan Titiek Soeharto ke Partai Berkarya, karena masih banyak kader potensial di Golkar.

"Partai Golkar tentu tidak terganggu dengan pindahnya Titiek Soeharto karena masih banyak kader Partai Golkar yang lain. Pindah satu akan datang kader Partai Golkar yang lainnya," kata Ace di Jakarta, Senin.

Dia mengaku sudah mendengar Titiek Soeharto mendeklarasikan kepindahannya ke Partai Berkarya, dan dirinya sangat menyesalkan kepindahan tersebut karena memang beliau salah satu kader perempuan terbaik Partai Golkar.

Ace mengatakan sudah mengkonfirmasi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto terkait hal tersebut dan Airlangga menyatakan belum ada komunikasi terkait dengan niat untuk pindah ke Partai Berkarya.

"Soal alasan kepindahan, itu hak beliau untuk mengungkapkan berbagai alasannya. Itu alasan subjektif beliau," ujarnya.

Menurut dia, dukungan Partai Golkar kepada Joko Widodo di Pilpres 2019 bukan berarti dalam posisi "Asal Bapak Senang" karena keputusan itu diambil dalam mekanisme organisasi.

Dia menilai apabila Titiek hendak pindah partai, tidak perlu menjustifikasi untuk mencari pembenaran atas langkah-langkah yang dilakukannya.

Wakil Sekjen Partai Golkar Sarmudji menegaskan konsolidasi internal partainya tidak terpengaruh atas kepindahan Titiek tersebut sehingga organisasi berjalan seperti biasa.

"Insya Allah partai akan tetap kokoh seperti kata Mbak Titiek sendiri dalam penyataannya bahwa Golkar dihuni oleh kader-kader yang tangguh," katanya.

Menurut dia, Golkar sudah terbiasa dengan  kepindahan kader. Dia mengatakan selama ini Golkar memperlakukan Titiek dengan penuh hormat dan sekarang menyikapi pengunduran diri tersebut dengan penuh hormat.

Siti Hediyati Hariyadi atau yang disapa Titiek Soeharto dalam pidato
politiknya di kompleks Museum HM Soeharto Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo,  Kabupaten Bantul,  Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, secara resmi memutuskan keluar dari Partai Golongan Karya.

"Saya  memutuskan keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya, " katanya di Kemusuk Sedayu Bantul, Senin (11/6). (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya