Pengamat: Amien Cuma Bermodal Populisme Islam

Rudy Polycarpus
10/6/2018 22:20
Pengamat: Amien Cuma Bermodal Populisme Islam
(MI/MOHAMAD IRFAN)

KETUA Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais gencar berdakwah di masjid dengan isi ceramah yang mencoba menghimpun sentimen negatif terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang pemilu 2019.

Direktur Presidential Studies-DECODE Universitas Gadjah Mada Nyarwi Ahmad menyebut Amien menerapkan narasi populisme Islam.

Menurutnya, para politisi yang mengadopsi taktik dan strategi populisme tidak hanya gemar mengeksploitasi isu-isu yang terkait dengan identitas politik. Mereka juga menggunakan retorika politik yang bersifat vulgar, kasar, dan emosional.

"Pak Amien selama beberapa bulan terakhr cukup sukses membuah narasi politik populisme Islam, seperti poros setan, koalisi keummatan dll. Mungkin saja hal tersebut  memperkuat gelombang populisme Islam di kalangan kelas menengah perkotaan," ujarnya ketika dihubungi, Minggu, (10/6).

Namun, sambungnya, menerapkan narasi populisme di negara demokrasi tidak mudah. Pasalnya, jelas Nyarwi, karekteristik umat Islam di Indonesia beragam yang meliputi dimensi kultural dan kewilayahan.

"Populisme Islam bisa tumbuh dan berkembang tidak hanya berbasis narasi politik saja. Ada dimensi kultural dan kewilayahan/regionalism yang tidak mudah di-drive dengan narasi politik semata," ujarnya.

Di kediaman Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (9/6), Amien berambisi maju menjadi kandidat presiden pada Pilpres 2019. Ia terinspirasi kemenangan Mahathir Mohamad menjadi Perdana Menteri ke-7 Malaysia pada usia 92 tahun.

Nyarwi menilai daya magnetis Amien tidak sekuat Mahathir. Terbukti pada Pilpres 2004, ia kalah bersaing. Demikian pula pada 2009 dan 2014, namanya seakan tenggelam. "Publik mengingatnya sebagai tokoh reformasi, tapi itu saja belum cukup dan daya magnetisnya berkurang jauh," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya