Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Charta Politika Yunarto Wijaya menyebut penyelenggara Pilkada harus mewaspadai adanya politik uang di wilayah yang memiliki tingkat persaingan tinggi.
Hal tersebut bisa saja terjadi hanya di daerah pemilihan (dapil) tertentu ataupun di seluruh wilayah dalam satu daerah yang memiliki persaingan antar kandidat yang cukup ketat.
"Itu harus jadi perhatian karena ketika tingkat persaingan ketat maka pragmatisme menjadi tinggi juga. Pemilih yang menyadari memiliki posisi tawar tinggi akan menunggu kepada siapa yang berani memberikan harga besar, " kata Yunarto seusai merilis hasil survei Charta Politika di Jakarta, Kamis (7/6).
Salah satu contoh dengan daerah dengan tingkat persaingan tinggi yakni Jawa Barat dan Jawa Timur.
Pada Pilkada Jawa Barat meski terdapat empat pasang kandidat tetapi persaingan tinggi hanya terjadi di antara dua pasangan yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.
Sementara di Jawa Timur persaingan ketat terjadi pada dua pasangan kandidat Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Sukarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.
"Di Jawa Barat persaingan terjadi antara Ridwan Kamil dan Deddy yang mana keduanya mantan eksekutif. Sementara untuk Jawa Timur, Syaifullah merupakan wakil gubernur dari gubernur yang sekarang, Soekarwo, selama dua periode dan dianggap berhasil. Tetapi uniknya dukungan Soekarwo justru jatuh pada Khofifah-Emil. Sehingga persaingan keduanya sangat tinggi, " jelasnya.
Terlebih lagi kini bentuk politik uang semakin beragam tidak hanya dalam bentuk uang tunai tetapi juga bahan makanan pokok serta tawaran janji program juga bisa menjadi bentuk politik uang yang ditawarkan kepada pemilik suara.
Hadirnya politik uang di menit-menit jelang pemungutan suara ini harus dihadapi dengan bijak oleh para penyelenggara.
"Caranya ada bermacam-macam. Dan ini lah yang memang pada kenyataannya bisa menentukan kemenangan di akhir yakni pragmatisme yang dijawab dengan cara ilegal," tandasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved