Parpol bukan Penentu Kemenangan Utama Pilkada di Pulau Jawa

Putri Anisa Yuliani
07/6/2018 21:10
Parpol bukan Penentu Kemenangan Utama Pilkada di Pulau Jawa
(Ist)

PARTAI politik menjadi faktor sekunder dalam menentukan kemenangan bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Pulau Jawa saat ini yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan, hal tersebut tergambarkan dari hasil survei yang dilakukan Charta Politika pada 1.200 responden selama periode 23-29 Mei lalu.

"Pada Pilkada Jawa Barat mayoritas pemilih Gerindra sebanyak 44,3% memilih pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang diusung oleh Partai NasDem, PKB, PPP, dan Partai Hanura," kata Yunarto dalam rilis hasil survei Charta Politika di Jakarta Selatan, Kamis (7/6).

Padahal, seharusnya dukungan pemilih Gerindra ditujukan kepada pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusung Partai Gerindra bersama Partai Keadilan Sejahtera.

Pemilih PDIP pun tidak loyal karena sebanyak 40,8% memilih Duo Dedi dan hanua 21,9% yang memilih pasangan yang diusung PDIP yakni Hasanuddin-Anton Charliyan.

Selain itu, hal ini juga terjadi di Jawa Timur yang mana pemilih dari Partai Gerindra lagi-lagi tidak loyal karena sebanyak 51,3% memilih Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak alih-alih memilih pasangan yang didukung elit pusat yakni Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Sukarno.

Menurut Yunarto hal ini terjadi karena masyarakat tidak melihat rekam jejak sebagai calon petahanan untuk dijadikan patokan memilih.

"Deddy Mizwar petahanan wagub yang maju sebagai gubernur sama halnya dengan Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul. Tapi apakah keduanya merepresentasikan keberhasilan gubernur sebelumnya, ternyata masyarakat tidak melihat itu secara pasti," ungkapnya.

Untuk itu, ia menegaskan di tengah kompetisi yang ketat belum bisa menentukan siapa pemenangnya hingga kini tersisa satu bulan saja jelang hari pemungutan suara.

"Jaringan pemilih, pengenalan diri, program kerja, jaringan terhadap tokoh hingga primordialismelah yang bisa mention akhirnya," ujar Yunarto. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya