Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM satu pekan terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap dua kepala daerah terkait dugaan praktik korupsi melalui operasi tangkap tangan atau OTT.
Pertama, KPK menangkap Bupati Purbalingga, Senin (4/6) lalu. Lalu, KPK pun dikabarkan juga akan menangkap Wali Kota Blitar Jawa Timur, Samanhuri Anwar. Keduanya merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno turut bersedih dan menyesalkan atas apa yang terjadi.
Menurutnya, kejadian ini merupakan kombinasi dari beberapa faktor, yakni karena besarnya tuntutan pengeluaran atau kebutuhan, besarnya godaan, kurangnya pemahaman terhadap wilayah-wilayah rawan penyimpangan, persepsi bahwa praktik yang ada sudah dianggap kelaziman dan toleransi terhadap aspek negatif hubungan relasional antara pejabat dan pengusaha.
"Ini (yang salah) bukan soal kaderisasi atau pembinaan karakter. Soalnya dalam kurikulum pendidikan, hal-hal yang normatif selalu jadi menu utama," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (7/6).
Hendrawan menambahkan dalam berbagai kesempatan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri maupun DPP PDIP selalu mengingatkan kembali dan memberikan instruksi yang bersifat keras kepada seluruh kader agar tidak ada satu pun kadernya yang tersangkut kasus korupsi. Sanksi pemecatan juga akan diberlakukan bagi yang mengabaikan instruksi ini.
Dia juga mengatakan DPP PDIP berulang kali menegaskan bahwa posisi politik di pemerintahan melekat tanggung jawab besar untuk menjalankan tugas kepartaian, termasuk memelopori pemberantasan korupsi.
"Amanat, instruksi, arahan dan peringatan terus menerus disampaikan. Tetapi lapangan politik memang licin. Tak jarang unsur rivalitas politik ikut bermain. Maksudnya, rivalitas internal (dalam birokrasi) dan eksternal (antarparpol/antarkubu)," tandasnya.
Saat ditanya lebih jauh mengenai rivalitas yang dimaksudnya, Hendrawan enggan memaparkan. Ia hanya menyebut macam-macam motifnya. Intinya, kata dia, berebut jabatan dan sumber daya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved