Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengatakan kepada ulama bahwa pemerintah tidak melupakan status Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang dikenal dengan persatuannya. Presiden pun meminta agar kerukunan dan persatuan di kalangan umat Islam terus dirawat dan dijaga.
"Indonesia ini memiliki muslim terbesar di dunia. Ini yang sering kita lupakan dan yang paling dihargai dunia karena persatuannya," kata Presiden Jokowi kepada ratusan ulama dan tokoh masyarakat yang hadir dalam silaturahim Presiden bersama ulama dan tokoh masyarakat di Pesantren Asshiddiqiyah 3, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, kemarin.
Karena itu, Presiden mengaku heran, hampir setiap pemilihan bupati, pemilihan gubernur, dan pemilihan presiden selalu muncul momentum untuk memecah belah persatuan bangsa.
"Kita ini memiliki penduduk 263 juta jiwa, ada 17 ribu pulau, ada 714 suku. Ini potensi dan kekayaan bangsa Indonesia, anugerah dari Allah. Tetapi saya merasa heran, pilbup, pilgub, bahkan pilpres, pentas demokrasi tiap tahun sering memecah. Ada yang tidak saling sapa antarkampung, ada yang tidak sapa saudarannya hanya gara-gara pilihan berbeda-beda. Sangat rugi besar kita. Bangsa kita ini bangsa persatuan dan kerukunan," kata Presiden.
Presiden menambahkan, demokrasi itu seharusnya tetap menjadi pemersatu negara bukan pemecah. "Silakan pilih siapa saja, pilih yang baik, terbaik. Sudah itu, tolong rukun lagi. Setiap tahun itu ada terus. Jangan mau dicerai-berai kita," katanya.
Penghargaan atas kerukunan muslim Indonesia itu, masih kata Presiden, terbukti ketika dia melakukan kunjungan dan kerja sama bilateral dengan negara Timur Tengah dan Asia Selatan.
Saat kunjungan ke Arab Saudi, misalnya, Presiden merasa kaget Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud langsung menjemputnya di pintu pesawat. Menurut Jokowi, Raja Salman mengaku sangat menghargai Indonesia karena Indonesia memiliki umat muslim terbesar di dunia yang bersatu.
Hal serupa juga dialami Presiden saat kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA). Saat itu Presiden UEA Sheikh Mohammed menjemputnya langsung dan menjadi sopir Jokowi menuju istana.
"Jangan sampai bangsa kita ini begitu dihargai di luar, tetapi pecah di dalam. Negara muslim di dunia sangat memberikan penghargaan kepada kita."
Dari berbagai hubungan baik dengan negara-negara Islam tersebut, kata Jokowi, akhirnya terbangun pula hubungan ekonomi.
"Seperti kilang di Cilacap kerja sama dengan Arab Saudi, di Kalimantan dengan Qatar dan Oman, UEA investasi di Kuala Tanjung. Tentu ini harapan untuk meraup keuntungan bagi bangsa Indonesia," tandas Presiden.
Hal itu, imbuh Presiden, juga membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya menjalin hubungan kerja sama dengan Tiongkok.
Sertifikat
Dalam kunjungan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Presiden menyerahkan 5.000 sertifikat tanah untuk warga di tiga kabupaten, yaitu Subang, Purwakarta, dan Karawang.
Dari jumlah sertifikat sebanyak itu, 1.500 dibagikan untuk warga Subang, 1.500 bagi warga Purwakarta, dan 2.000 untuk warga Karawang.
Budianto, salah seorang penerima sertifikat, mengaku proses pengurusan sertifikat kini jauh lebih cepat daripada sebelumnya. "Kurang dari dua bulan. Dari segi waktu lebih cepat, proses menunggu tidak lama," tutur dia.
Budianto mengatakan, setelah selama lebih dari 12 tahun menempati rumah tinggalnya, baru tahun ini ia berkesempatan memperoleh sertifikat hak atas tanah yang ia tempati. (RZ/Pol/Ant/RO/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved