Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Charta Politika merilis survei terkait elektabilitas calon presiden di 4 provinsi khususnya di Pulau Jawa. Hasilnya, elektabilitas Joko Widodo masih unggul dari saingan terdekatnya Prabowo Subianto di 3 provinsi besar yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sedangkan elektabilitas Prabowo unggul di wilayah Provinsi Banten.
Dari survei tersebut, elektabilitas Jokowi Widodo (Jokowi) di Jawa Barat unggul dengan perolehan 38% sedangkan Prabowo Subianto sebanyak 30%, kemudian di Jawa Tengah Jokowi 53%, sedangkan Prabowo hanya 7%. Jokowi juga unggul di Jawa Timur dengan perolehan 47%, sedangkan Prabowo hanya 24%. Sedangkan di Banten Prabowo unggul elektabilitas 28% dan Jokowi 26%.
Direktur Chatra Politika, Yunarto Wijaya, menerangkan unggulnya Joko Widodo di 3 provinsi tersebut dipengaruhi dari tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja permerintahan. Hal lain yang menurutnya menjadi pemicu unggulnya Jokowi di Pulau Jawa ini disebabkan Prabowo tidak dapat menjaga basis suaranya di Jawa Barat yang pada 2014 lalu menjadi lumbung suara terbesar baginya.
"Pada saat head to head, tingkat elektabilitas Jokowi unggul atas Prabowo. Di Jabar, Jokowi 46% Prabowo 40%, di Jateng Jokowi 67% Prabowo 11%, di Jatim Jokowi 53% Prabowo 33%. Hanya di Provinsi Banten Jokowi kalah dari Prabowo," ujar Yunarto di Hotel Haris, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/6).
Dia memberi catatan bahwa elektabilitas Jokowi saat ini amat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan publik dan bukan kepada siapa nantinya ia akan memilih pasangan cawapresnya. Hal yang berbeda justru terjadi terhadap Prabowo yang menurutnya perlu jeli memilih calon cawapres agar dapat meningkatkan elektabilitas suaranya.
"Sebetulnya tidak ada nama cawapres yang mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi secara signifikan. Karena buat inkumben faktor utama adalah tingkat kepuasan publik. Berbeda dengan penantang, sebab ia tidak memiliki modal kepuasan publik. Artinya untuk Prabowo amat penting dalam menentukan cawapresnya," ungkapnya.
Yunarto pun menambahkan faktor koktail efek kedua pasangan tersebut masih menjadi hal utama tingginya elektabilitas Partai Gerindra dan PDIP saat ini. Pasalnya, di Pulau Jawa, PDIP dan Gerindra selalu masuk ke dalam 3 besar partai yang memiliki eektabilitas tinggi.
"Karena pilihan terhadap pilpres akan mempengaruhi pilihan terhadap parpol. Itulah yang menjelaskan elektabilitas Gerindra dan PDIP di 2018 ini ada diatas partai-partai lain," ungkapnya.
Yunarto menjelaskan survei ini dilakukan pada 23-27 Mei 2018 dengan cara wawancara langsung terhadap 800 responden di Banten, 1.200 responden di Jawa Timur, 1.200 responden di Jawa Tengah dan 1.200 responden di Jawa Barat dengan menggunakan metode acak atau multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95%.
"Ini secara terbuka, kita hanya tanyakan dengan pertanyaan seandainya pemilihan presiden dilakukan hari ini siapa yang akan dipilih. Tanpa simulasi kertas suara, karena tidak menyertakan pilihan, yang tidak memilih masih lumayan banyak," terangnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved