Penangkapan Teroris Unri Buktikan Pernyataan BNPT

Astri Novaria
03/6/2018 20:06
Penangkapan Teroris Unri Buktikan Pernyataan BNPT
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

KETUA DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi penangkapan tiga terduga teroris yang dilakukan oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 di Gelanggang Mahasiswa FISIP, Universitas Riau (UNRI), Sabtu (2/6) kemarin. Penangkapan tersebut menurutnya menjadi salah satu bukti keseriusan negara dalam memberantas segala bentuk terorisme.

"Patut kita apresiasi dan acungkan jempol. Ini merupakan salah satu bukti keseriusan negara dalam memberantas terorisme di tanah air. Ditangkapnya terduga teroris di lingkungan kampus merupakan tamparan keras bagi sistem pendidikan Indonesia," kata Bamsoet di Jakarta, Minggu (3/6).

Disahkannya UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme oleh DPR RI beberapa waktu silam, membuat aparat kita punya payung hukum yang jelas dalam menindak terorisme. Selama aparat hukum mengikuti ketentuan perundangan, DPR RI tanpa ragu senantiasa memberikan dukungan. Jadikan ini sebagai pintu masuk dalam memberantas terorisme bukan hanya sampai ke akarnya, melainkan sampai ke benihnya.

"Disahkannya UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme oleh DPR RI beberapa waktu silam, membuat aparat kita punya payung hukum yang jelas dalam menindak terorisme. Selama aparat hukum mengikuti ketentuan perundangan, DPR RI tanpa ragu senantiasa memberikan dukungan. Jadikan ini sebagai pintu masuk dalam memberantas terorisme bukan hanya sampai ke akarnya, melainkan sampai ke benihnya," ungkapnya.

Menurutnya, kampus seharusnya menjadi sarang intelektual, bukan justru menjadi sarang teroris yang mengancam keselamatan, keamanan, serta persatuan dan kesatuan. Ia menambahkan, penangkapan tersebut sekaligus memperkuat penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menunjukan tingginya paparan radikalisme di kalangan mahasiswa dan sejumlah kampus.

"Berdasarkan penelitian salah satu lembaga riset terhadap 1.800 responden di 25 universitas di Indonesia pada Oktober 2017, disebutkan 23,5 persen responden menyetujui gerakan Negara Islam Irak dan Suriah. Selain itu, sebanyak 23,4 persen menyetujui kesiapan untuk berjihad mendirikan khilafah," papar Bamsoet.

Ia meyakini aparat hukum bisa segera memprosesnya para terduga teroris tersebut, terutama dalam menelisik lebih jauh keterkaitan mereka dengan organisasi teroris lainnya. Ia pun berpesan kepada para pelajar di seluruh Indonesia untuk membuka wawasan secara cermat dan tepat. Serta mengedepankan sikap kritis terhadap berbagai pemikiran dan ajaran baru yang masuk.

"Jangan mau disusupi oleh orang-orang tak bertanggungjawab yang hanya ingin memperalat untuk kepentingan sesaat mereka," pesannya.

Selain itu, Ia pun mengajak semua pihak menjaga keamanan lingkungan di DPR dengan kesadaran yang tinggi. Ia berharap DPR menjadi tempat yang aman bagi siapa saja.

"Saya yakin target gedung parlemen ditujukan bukan karena mereka tidak puas terhadap kinerja lembaga perwakilan. Karena seiring kemajuan kehidupan demokrasi, berbagai saluran telah dibuka bagi rakyat dalam menyalurkan aspirasinya. Jika ada ketidakpuasan, baik itu terhadap lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya atau menempuh jalur hukum," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya