Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ALVARA Research Center merilis hasil survei soal elektabilitas Capres mau menjelang Pemilu 2019. Hasilnya Joko Widodo masih dianggap sebagai kandidiat Capres terkuat dengan perolehan elektabilitas sebesar 46,8 persen .Jokowi unggul dari para kandidat yang diprediksi akan menjadi saingannya seperti Prabowo Subianto maupun Gatot Nurmantyo.
Dari hasil survei tersebut, peringkat kedua ditempati oleh Prabowo Subianto dengan 27,2 persen. Sedangkan Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo berada di peringkat ketiga dengan 2,2 persen.
Founder sekaligus CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali mengatakan masih tingginya elektabilitas Joko Widodo dipengaruhi oleh sosoknya yang dianggap merakyat oleh publik. Selain itu Ali menilai para kandidat pesaing Jokowi hingga saat ini belum mampu menawarkan sebuah kebijakan yang mampu membedakan programnya dengan program Jokowi.
“Para kandidat yang diprediksi akan menjadi pesaing Jokowi ini belum mampu menawarkan program solusi-solusi bangsa. Misalnya ekonomi, apa yang ditawarkan agar pertumbuhan ekonomi melebihi target dari pemerintah saat ini,” ujar Ali saat ditemui dikawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/5).
Namun, Ali mencatat kinerja Jokowi saat ini masih dianggap memiliki titik lemah khususnya di sektor ekonomi. Pasalnya, publik menilai isu penyediaan lapangan kerja serta ketenagakerjaan memiliki dampak yang terhadap penilaian atas kepuasan kinerja pemerintah Jokowi.
Selain itu publik saat ini dinilai masih mencari sosok pemimpin yang memiliki karakter merakyat serta tegas. Dari poin tersebutlah Ali menganggap Jokowi, Prabowo dan Gatot merupakan kandidat Capres yang paling kuat saat ini.
“Publik saat ini masih menginginkan pemimpin yang merakyat dan tegas. Nah sisi merakyat itu ada di pak Jokowi, sisi tegas ada di Prabowo dan Gatot yang juga berlatar militer,” ujarnya.
Dirinya pun melihat stabilnya elektabilitas Jokowi dipengaruhi pula oleh beberapa kebijakan baru-baru ini yang dikeluarkan Jokowi. Salah satunya ialah kebijakan pemberian THR serta Gaji Ke-13 yang menurut Ali merupakan stimulus dalam menarik simpati publik.
Sebelumnya, Alvara Research Center menggelar survei lada tanggal 20 April hingga 9 Mei 2018 menggunakan multi stage random sampling. Ada 1.202 responden yang diikutsertakan dalam survei ini dari seluruh Indonesia. Rentan margin error riset ini sebesar 3,10 persen sementara tingkat kepercayaan yang ditawarkan Alvara mencapai 95 persen. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved