Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN putusan final menyangkut gugatan Partai Hanura masih sebulan lagi, tetapi Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Hanura kubu Syarifuddin Sudding tidak berdiam diri. Pihaknya saat ini tengah mempersiapkan proses pencalegan sehingga dapat segera mendaftar saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran calon legislatif untuk kabupaten/kota, provinsi dan nasional pada 4 Juli 2018 mendatang.
Sebagai bentuk persiapannya, pihaknya telah menggelar rapat DPP dengan mengundang DPD Hanura se-Indonesia, Sabtu (26/5) kemarin, guna membahas persiapan pencalegan Partai Hanura untuk Pemilu serentak 2019 mendatang. Ia menyebut 15 dari 34 DPD hadir pada kesempatan tersebut. Sisanya, sambung dia, berhalangan datang lantaran ada kesibukan lain.
"Ada yang memang sedang mencalonkan wali kota, bupati, dan lainnya. Tapi yang jelas ada NTT, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat dan Maluku. Total ada 15 dari 34 DPD. Untuk segera menyelenggarakan pencalegan dalam rangka menyambut putusan kita yang akan final 21 Juni 2018 nanti. Jadi, begitu putusan PTUN selesai, kita langsung mendaftarkan anggota kita," ujar Ketua DPP Partai Hanura, Didi Apriadi di Jakarta, Minggu (27/5).
Pihaknya optimistis mendapatkan figur-figur terbaik yang bisa menjadi caleg dari Partai Hanura. Meskipun demikian, ia tak membantah konflik internal Partai Hanura menyebabkan banyak kader Hanura yang memilih untuk pasif dan menunggu terlebih dahulu putusan hukum yang inkrah.
"Kalau yang mau jadi caleg itu banyak. Hanya masalahnya kita masih kisruh jadi mereka banyak yang masih menunggu putusan akhir di PTUN. Semoga tanggal 21 Juni kita menang dan semuanya jadi normal kembali. Kita persiapkan untuk memenuhi semua kuota. Targetnya untuk pusat 575 kursi. Mudah-mudahan mencapai target," tandasnya.
Setelah putusan final tersebut, pihaknya akan segera mempersiapkan pencalegan dan melakukan rapat konsolidasi lagi. Pihaknya juga membuka peluang kepada DPP Partai Hanuar kubu Oesman Sapta Odang (OSO) untuk bergabung dengannya.
"Kita membuka peluang kepada kubu Oso untuk bergabung bersama kita. Tidak masalah," tandasnya.
Ketua DPP Partai Hanura, Benny Ramdhani berharap DPP Hanura Kubu OSO bersedia bergabung dengannya. Sebab kalau tidak, ia menyebut Partai Hanura bisa bubar.
"Mudah-mudahan mereka tidak menolak. Karena sudah tidak ada waktu lagi. Jadi kalau mereka membuat kisruh, bisa bubar. Kita semua tidak bisa daftar ke KPU dan yang senang pihak lain karena kita tidak daftar. Mereka yang menolak, artinya mereka yang rusak partai bukan dari kubu kita. Kita siap melakukan yang terbaik untuk partai," ujarnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved