Parpol Pengusung belum Petik Keuntungan Elektoral

Rudy Polycarpus
21/5/2018 23:40
Parpol Pengusung belum Petik Keuntungan Elektoral
(MI/susanto)

EFEK ekor jas (coat-tail effect) atau pengaruh elektoral belum sepenuhnya dirasakan partai politik yang mengusung calon presiden.

Padahal, parpol berharap elektabilitasnya bisa meningkat jika mendukung salah satu kandidat capres. Peningkatan elektabilitas parpol pendukung capres yang signifikan, hanya dirasakan oleh PDI-P yang mengusung Presiden Joko Widodo dan Partai Gerindra yang masih mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto.

Hal itu tergambar dari Charta Politika yang dipaparkan di Jakarta, Senin (21/5).

"Yang paling diuntungkan secara elektoral hanya PDI-P dan Gerindra. Berdasarkan hasil survei, para pemilih memandang partai tersebut hanya pengekor, dan memilih sebuah parpol atas dasar alasan lain," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam diskusi 'Konstelasi Elektoral Pilpres dan Pileg 2019 Pasca Deklarasi Prabowo Subianto'.

Charta Politika melakukan survei dari 13-19 Aprtil 2018, setelah Prabowo dimdeklarasikan oleh Partai Gerindra untuk menjadi capres. Dalam survei ini, jumlah sampel sebanyak 2000 responden, dengan metode acak bertingkat dan margin of eror kurang lebih 2,19%.

Responden yang PDI-P mengaku tertarik dengan partai tersebut lantaran mengusung Jokowi 36,4%.  Adapun yang memilih Gerindra karena faktor Prabowo Subianto mencapai 39,6%.

"Sisanya belum terlalu diuntungkan, contohnya sebagian besar koresponden memilih Golkar dengan alasan mereka sudah terbiasa memilih partai tersebut dan mewakili semangat orde baru. Kemudian, sebagian besar koresponden memilih PKB karena mewakili aspirasi Nahdlatul Ulama dan tertarik sosok Gus Dur. Dan NasDem karena ketokohan Surya Paloh," tandas Yunarto.

Dalam survei tersebut, elektabiltas partai tertinggi yaitu PDI-P dengan jumlah 24,9%, diikuti oleh Partai Gerindra sebesar 12,3%. Pada tempat ketiga, ada partai Golkar dengan elektabilitas 11%, kemudian ada PKB dengan elektabilitas 7%. Pada posisi kelima ada Partai Demokrat dengan posisi 5,4%.

Politikus Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengakui, sejumlah parpol seperti Partai Golkar dan meski telah mendukung sosok Jokowi.

"Kami merasa perlu merencanakan strategi lain, sambil tetap berusaha mengusung ketua umum Golkar Airlangga Hartarto untuk menjadi cawapres Jokowi,” katanya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil merasa heran mengapa PKS tidak merasakan efek ekor jas ini. Menurutnya PKS telah merasakan manfaat selama berkoalisi dengan Partai Gerindra dan mengusung Prabowo. Selain itu, berdasarkan survei ini, elektabilitas PKS hanya 3,5%.

"Namun kami tetap optimistis hasil akhirnya berbeda pada saat pemilu, setidaknya untuk mendapat empat persen suara sesuai dengan ambang batas parlemen," ujarnya.

Sementara, Wakil ketua MPR dari Fraksi PDI-P Ahmad Basarah menjelaskan, hasil survei ini menujukan konsistensi elektabilitas Jokowi dan PDI-P yang masih tinggi di mata masyarakat.  (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya