69,9% Puas Jalannya Demokrasi Setelah 20 Tahun Reformasi

Whisnu Mardiansyah
20/5/2018 16:11
69,9% Puas Jalannya Demokrasi Setelah 20 Tahun Reformasi
(ANTARA)

INDOBAROMETER merilis hasil survei nasional evaluasi 20 tahun reformasi. Survei dilakukan untuk mengetahui jalannya reformasi di tanah air dalam kurun waktu 20 tahun.

Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari menjelaskan, secara umum 79,1 persen publik menilai setalah reformasi, Indonesia sudah berjalan ke arah benar. Hanya sekitar 11,7 persen yang menganggap Indonesia berjalan ke arah yang salah pascareformasi.

Mayoritas responden puas jalannya demokrasi setelah 20 tahun reformasi. Dari hasil survei, sebanyak 69,9 persen puas terhadap jalannya demokrasi di Indonesia. Banyak faktor yang membuat mereka puas dengan demokrasi saat ini.

"Alasannya, demokrasi melahirkan pemimpin berkualitas, kebebasan berpendapat, demokrasi berjalan baik, pemimpin tidak otoriter dan pendidikan politik di masyarakat," kata Qodari di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 20 Mei 2018.

Sedangkan, 19,5 persen publik tak puas dengan jalannya demokrasi setelah 20 tahun reformasi. Mereka berpendapat, demokrasi justru melahirkan kebablasan berpendapat, semakin banyak isu SARA, korupsi, banyak pelanggaran dan kecurangan serta fanatisme agama dan politik.

Dari hasil survei, sebanyak 79,4 persen publik menilai demokrasi sistem pemerintahan terbaik untuk Indonesia. Sementara hanya 6,8 persen yang menganggap demokrasi bukan sistem terbaik untuk Indonesia.

Namun, yang menjadi catatan penting setelah 20 tahun jalannya reformasi, banyak masalah-masalah yang masih menjadi pekerjaan rumah. Masalah ekonomi masih menjadi isu utama.

"Hasil survei 20,4 persen publik menilai perekonomian rakyat masalah utama. Disusul sulitnya lapangan pekerjaan 9,3 persen, KKN 7,8 persen, harga kebutuhan pokok 5,9 persen dan tingkat kemiskinan 4,2 persen," pungkas Qodari.

Survei ini dilakukan sejak 15-22 April 2018. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Medcom/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya