Hanura Nilai Pragmatisme Parpol Korbankan Persatuan

Rudy Polycarpus
15/5/2018 22:50
Hanura Nilai Pragmatisme Parpol Korbankan Persatuan
(Ist)

TUJUAN partai untuk meraih kekuasan diharapkan tidak menepikan nilai-nilai kebangsaan serta persatuan bangsa.

Terlebih pada tahun politik ini, Ketua DPP Partai Hanura Rufinus Hotmaulana Hutauruk mengatakan, partai tidak boleh menghalalkan segala cara demi menggapai kekuasaan.

Menurutnya, situasi belakangan yang marak fitnah, saling hujat, serta ujaran kebencian tak lepas dari peran parpol

"Ini butuh kedewasaan parpol, jangan karena mau meraih kekuasaan malah berhujung rusaknya persatuan dan nilai-nilai kebangsaan. Situasi sekarang tak lepas dari parpol yang justru mengompori," ujarnya ketika dihubungi, Selasa (15/5).

Ketika menghadiri penutupan Kongres Luar Biasa Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Gedung Sekar Wijayakusuma, Jakarta, Senin, (14/5), Presiden Joko Widodo meminta parpol berperan aktif mencegah perpecahan akibat kontestasi politik, baik pemilihan kepala daerah maupun pemilihan umum.

Partai, jelas Kepala Negara, harus mengambil peran agar situasi tersebut tidak berkepanjangan karena bisa merusak persatuan bangsa.

Rufinus sependapat dengan imbauan Presiden. Pada tataran akar rumput, menurutnya, relatif tiada persoalan jika parpol tidak memperkeruh suasana dengan sikap pragmatis. Bukan hanya mengompori masyarakat, ia menilai sejumlah parpol justru terkesan membodohi publik.

Misalnya, jelas Rufinus, ada sebagian parpol yang masih menolak Perppu Ormas, bahkan bersikap permisif dengan kelompok-kelompok yang anti-Pancasila.

"Ini kan pragmatis demi kepentungan saja. Bahkan dalam koalisi ada yang bersikap demikian," tandasnya.

PAN merupakan satu-satunya partai koalisi yang menolak perppu tersebut. Ia mendorong agar Presiden melakukan restrukturisasi kabinet atas sikap PAN yang kerap berseberangan dengan pemerintah.

"Jika tak bisa berjalan seirama, sebaiknya direstrukturisasi. Nanti bisa menyandera Presiden juga," pungkasnya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya