Tindakan Sudrajat-Syaikhu Dinilai Konyol

Whisnu Mardiansyah
15/5/2018 18:45
Tindakan Sudrajat-Syaikhu Dinilai Konyol
(Ist)

KETUA DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno menilai tindakan Sudrajat-Syaikhu dalam debat Pilgub Jabar kemarin malam provokatif. Keduanya menunjukkan kaos #2019GantiPresiden saat pernyataan penutup debat semalam.

"Kami juga terkejut semalam. Mengapa pasangan ini bisa blunder sedemikian rupa, atau melakukan rekayasa provokatif-agitatif yang menyalahi kepatutan dan keadaban publik," kata Hendrawan Selasa (15/5).

Hendrawan mengatakan semestinya ajang debat pilkada dijadikan momen adu gagasan dan program. Bukan justru menyelipkan pesan politik di luar konteks pilkada itu sendiri.

"Ini forum pilkada, bukan kampanye pilpres. Sayang bila forum berharga seperti itu harus dibalut oleh tindakan yang konyol," ujar dia.

Dia menegaskan pilkada tak bisa dikaitkan dengan peta dukungan di pilpres. Pasalnya, peta koalisi di pilkada lebih dinamis tak melulu sama seperti peta dukungan politik nasional.

"Di Jatim, Gerindra dan PKS mendukung calon kami (PKB-PDI-P). Apakah ini berarti di Jatim nanti kalau paslon kami menang, terus otomatis mengusung tema ganti presiden. Ini absurd, aneh dan ganjil. Tidak logis," tukas dia.

Pasangan calon gubernur Jawa barat nomor utut 3 Sudrajat-Achmad Syaikhu, menggegerkan suasana di Gedung Balairung, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, saat penghujung acara debat publik II Pilgub Jabar, Senin, 14 Mei 2018.

Paslon nomor tiga ini, memperlihatkan kaus berlatar putih bertuliskan 2018 Asyik Menang (warna biru), 2019 ganti presiden (warna merah). Sudrajat menuturkan, hal tersebut merupakan sebuah wujud kebebasan berekspresi. (MTVN/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya