Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEBAT publik pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat putaran kedua berlangsung panas. Debat yang berlangsung di Balairung Universitas Indonesia, Depok, tadi malam, langsung memanas di sesi awal.
Saat pertanyaan pendalaman, setiap kandidat saling mengkritik satu sama lain. Secara acak para kandidat mendapat satu amplop yang disegel dan berisi pertanyaan dari para panelis. Para kandidat pun secara bergiliran menjawab pertanyaan yang ada dalam amplop untuk kemudian ditanggapi kandidat lain. Kritik, misalnya, disampaikan cagub nomor urut 1 Ridwan Kamil ketika menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara memulihkan lahan kritis yang ada di Jawa Barat. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu langsung memaparkan beberapa program penyelamatan lingkungan yang sudah ia siapkan.
“Harus kembali patuh pada aturan tata ruang wilayah yang disiplin. Selain itu menciptakan inovasi. Kami pasangan Rindu akan mewujudkan pertanian infus, mengonversi lahan kering di Jabar selatan sehingga menambah lahan pertanian baru. Untuk menanggulangi banjir, perlu koordinasi dengan daerah,” kata Emil.
Jawaban Emil ditanggapi cawagub nomor urut 3 Ahmad Syaikhu. Menurut dia, Emil k etika menjabat Wali Kota Bandung tak pernah membentuk badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Padahal, kata Syaikhu, badan itu sangat penting mengingat bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. “Bandung ibu kota Jawa Barat, tapi di Bandung tidak membentuk BPBD. Ini akan sangat rentan ketika terjadi bencana,” ungkap Syaikhu. Kritik juga muncul daricagub nomor urut 4 Deddy Mizwar. Deddy menyebut apa yang disampaikan Emil belum menggambarkan solusi untuk lingkungan. “Saya tidak melihat dia bicara lingkungan, jangan-jangan boleh ngarang barusan,” katanya.
Dalam menanggapi itu, Emil menyebut meskipun tidak ada BPBD, Kota Bandung punya dinas kebencanaan. Menurutnya, itu hanya perbedaan nama yang tidak mengurangi substansi kesiagaan bencana. “Kami juga berkomitmen untuk membuat cetak biru atau resilience province untuk memastikan anggaran koordinasi inovasi untuk kemajuan lingkungan. Komitmen kami untuk lingkungan sangat jelas,” tegasnya disambut tepuk tangah pendukungnya.
Debat kali ini mengusung tema Menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan untuk rakyat Jawa Barat. Ada empat pasangan calon yang mengikuti debat, yakni pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), pasangan nomor urut 2 Hasanudin-Anton Amanah (Hasanah), pasangan nomor urut 3 Sudrajat-Syaikhu (Asyik), dan pasangan nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM).
Belasungkawa
Dalam debat kali ini, pasangan Rindu mengenakan pakaian serbaputih dengan pita hitam di dada. Pita hitam juga dipakai seluruh tim pendukung Rindu yang hadir. “Ini tanda belasungkawa kami atas tragedi teror di Surabaya. Terorisme itu musuh bersama, jangan takut dan kita harus kuat,” tegas Ridwan Kamil sebelum debat.
Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat, sebelum debat, menjelaskan debat kali ini dibagi dalam enam segmen. Pertama, pemaparan visi-misi; kedua, pertanyaan dari moderator; ketiga, pertanyaan dari masyarakat; keempat dan kelima, saling bertanya antarpasangan calon; dan keenam ialah pernyataan penutup. (P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved