Lingkaran Survei: Elektabilitas Jokowi Masih Teratas

Astri Novaria
14/5/2018 16:13
Lingkaran Survei: Elektabilitas Jokowi Masih Teratas
(MI/Rommy Pujianto)

SEBELAS bulan menjelang Pilpres 2019, elektabilitas Joko Widodo masih terkuat sebagai calon presiden namun juga makin goyah. Hal tersebut diungkapkan oleh Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ajie Alfaraby saat menyampaikan survei LSI yang terbaru di Kantor LSI, Jakarta, Senin (14/5) hari ini.

Dari survei yang dilakukan pada 28 April - 5 Mei 2018 tersebut, Jokowi masih bertengger di posisi teratas elektabilitas capres dengan angka 46 persen. Sementara capres lainnya, termasuk Prabowo Subianto masih jauh dibawah Jokowi.

Namun, jika semua elektabilitas para capres tersebut digabung (13 nama) maka angkanya mencapai 44,7 persen. Artinya, menurut Adjie, hanya selisih 2 persen saja antara elektabilitas Jokowi dengan elektabilitas semua capres lainnya.

"Saat kita tanya jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, diantara nama-nama dibawah ini siapakah yang dipilih sebagai presiden. Mayoritas responden 46 persen menjawab Jokowi, sedangkan calon yang lain kalau ditotal mencapai 44,7 persen, ini adalah gabungan elektabilitas para capres yang lain, termasuk nama Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, AHY dan lainnya. Dan yang tidak menjawab 9,3 persen," ujarnya.

Dari temuan tersebut, menurutnya ada tiga hal yang menjadi catatan. Pertama, elektabilitas Jokowi masih dibawah 50 persen. Sebagai petahana, sambung dia, angka elektabilitas di bawah 50 persen bukanlah angka yang nyaman karena sebagai petahana elektabilitasnya minimal 50 persen. Kedua, meskipun tokoh yang lain elektabilitasnya masih rendah dari Jokowi namun kalau digabungkan bisa mencapai 44,7 persen.

"Artinya, ada 44,7 persen pemilih yang tidak memilih Jokowi. Kalau kemudian tokoh ini bergabung atau pemilih di luar Jokowi bergabung, ini selisihnya hanya 2 persen dengan Jokowi," tandasnya.

Ketiga, Pilpres 2019 masih 11 bulan lagi namun selisihnya terpaut 2 persen. Oleh karena itu, kata dia, meskipun saat ini Jokowi capres terkuat namun posisinya goyah dari segi elektabilitas.

"Ini yang membuat kita menyimpulkan bahwa Jokowi kuat namun masih goyah karena selisihnya cukup tipis," pungkasnya.

Untuk diketahui, survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 responden. Margin of error survei plus minus 2,9 persen. Menurut LSI, survei ini dibiayai sendiri sebagai bagian layanan publik LSI Denny JA. Survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber. Survei ini juga ditambah dengan metode expert judgement untuk mengukur kelayakan cawapres. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya