Biaya Perawatan Korban Bom di Surabaya Ditanggung Negara

Indriyani Astuti
14/5/2018 13:39
Biaya Perawatan Korban Bom di Surabaya Ditanggung Negara
(ANTARA)

MENTERI Kesehatan Nila F. Moeloek memastikan bahwa korban peledekan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya akan ditanggung oleh negara. Itu diutarakannya seusai mengunjungi pasien korban bom yang dirawat di Rumah Sakit dr. Soetomo, Surabaya, kemarin.

Menkes didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengunjungi korban ledakan bom bunuh diri di beberapa gereja di daerah Surabaya yang sedang dirawat di RS Bedah Manyar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo dan Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya.

"Seperti yang telah dikatakan oleh Bapak Presiden, bahwa seluruh biaya pengobatan korban yang sedang dirawat di beberapa RS di Surabaya akan ditanggung oleh negara," katanya.

Menkes mengatakan bahwa sampai saat ini total korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, sedangkan korban luka-luka sebanyak 47 orang. Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah dikarenakan masih ada 3 korban yang masih kritis dengan luka bakar mencapai 99%.

"Untuk pasien yang kondisinya kritis dan tingkat kesulitannya tinggi saat ini sedang dirawat di RSUD Dr. Soetomo. Kami mengoptimalkan perawatan bagi seluruh korban, baik yang sedang di RSUD Soetomo maupun yang sedang dirawat di beberapa RS di Surabaya," ujar Menkes Nila.

Ditemui di tempat yang sama Kadinkes Provinsi Jatim, Kohar mengatakan bahwa saat ini yang paling penting adalah stabilisasi kondisi pasien. Selain itu kondisi kejiwaan korban juga perlu diperhatikan. Tenaga kesehatan, tenaga medis dan psikolog sudah dsiapkan untuk memulihkan kondisi korban.

Dia menambakan Tim Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinkes Jawa Timur telah melakukan koordinasi lintas sektor.

"Fokus penanganan saat ini adalah pada fisik korban. Adapun prioritas penanganan kesehatan jiwa akan dilakukan pada korban dan keluarganya serta penanganan kondisi panik dan cemas warga sekitar Surabaya," pungkasnya.

Seperti yang telah diberikatakan, bom meledak di tiga gereja yaitu Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngegel, GKI di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/5). Ledakan tesebut diduga dilakukan oleh orang tua yang melibatkan anak-anak. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya