Megawati Ultimatum Pengurus PDIP Jawa Tengah

(WJ/P-2)
12/5/2018 22:40
Megawati Ultimatum Pengurus PDIP Jawa Tengah
(ANTARA FOTO/Aji Styawan)

KETUA Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meme­rahkan Kota Solo dalam acara Apel Siaga Kader PDIP Jawa Tengah (Jateng) di Stadion Manahan Solo, Jumat (11/5). Sekitar 60 ribu kader dan simpatisan PDIP Jateng hadir dalam acara tersebut.
Megawati menegaskan kepada kadernya di Jateng untuk bersatu dan bergotong royong dalam memenangi pilkada tahun ini, pemilu anggota legislatif, dan Pilpres 2019. “Saya kagum ada sekitar 60 ribu kader dari 35 kabupaten dan kota di Jateng memadati Solo hari ini,” kata Megawati.

Dalam pilgub Jateng kali ini, PDIP mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur. Berkenaan dengan itu, Megawati mengancam akan memecat pengurus PDIP di 35 kabupaten/kota di Jateng jika gagal memenangkan pasangan Ganjar-Taj pada 27 Juni.

Apel siaga tersebut, selain Megawati dan Puan Maharani, dihadiri pasangan Ganjar-Taj, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, anggota DPR RI asal dapil Jateng, seluruh kepala daerah dari PDIP, dan ketua DPC dari 35 kabupaten/kota se-Jateng.
Ketua Bidang Politik dan Keamanan PDIP Puan Maharani mengajak seluruh kader-nya untuk bekerja keras dan kompak dalam memenangi Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“Kita semua harus berjuang. Kemenangan partai untuk seluruh rakyat, untuk wong cilik, bukan untuk kepentingan pribadi pimpinan dan kelompok,” tegas Puan.

Puan menegaskan, Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 merupakan jalan untuk meraih kekuasaan secara konstitusional. Sasarannya ialah mengelola pemerintahan, melanjutkan pembangunan, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Kekuasaan yang diraih, katanya, merupakan jalan untuk mewujudkan ajaran Trisakti Bung Karno, berdaulat di bidang politik, berdikari secara ekonomi, serta berkepribadian dalam sosial dan budaya. “PDIP membutuhkan perjuangan bersama-sama rakyat untuk mewujudkan cita-cita itu,” katanya.

Dia juga menjelaskan tantangan politik saat ini sangat serius, yakni ramainya permainan politik tanpa etika dengan menyebar hoaks serta ujaran kebencian. (WJ/P-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya