Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHELATAN pesta demokrasi 2019 harus dipahami sebagai panggung rakyat untuk memilih kader dan partai politik yang diinginkannya. Pelaksanaannya pun akan lebih baik apabila parpol bersedia membangun diskursus kepada publik dalam bentuk dialogis ketimbang cara lama, monologis.
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, mengatakan semua pihak tahu bahwa parpol sejatinya hadir untuk merebut kekuasaan. Salah satu tujuan itu ialah duduk di parlemen.
"Namun, dalam pelaksanaannya jangan pernah memposisikan pemilih sebagai objek. Sebaiknya jadikanlah pemilih itu sebagai subjek pemilu. Ini yang kita harapkan dari parpol," ujar Titi di sela-sela diskusi Mengejar Ambang Batas Parlemen di Cikini, Jakarta, Sabtu (12/5).
Menurut dia, mengejar ambang batas parlemen sebesar 4% bukanlah sesuatu yang mudah. Dalam kompetisi sengit dan kompetitif, itu harus diraih dengan menerapkan pelbagai strategi yang baik. Jangan pula melenceng seperti menggunakan cara-cara berkompetisi yang tidak demokratis.
Pemilih harus memastikan bahwa politik uang bukan sesuatu yang bisa membeli suara. Begitupun dengan penyebaran berita bohong yang tidak boleh dijadikan referensi dalam membuat keputusan, termasuk menghindari ujaran kebencian yang justru dapat memecah belah bangsa.
"Karena itu kita harus menuntut parpol untuk menawarkan sesuatu yang betul-betul bisa berkontribusi bagi kepemimpinan, serta membawa masa depan dan kesejahteraan yang lebih baik," terang dia.
Parpol saat ini dihadapkan dengan tantangan besar untuk merebut hati masyarakat. Tugas berat paling utama ialah membangun karakteristik yang identik dengan parpol tersebut, termasuk memastikan bahwa upaya yang dibangun itu juga mudah diindentifikasi pemilih.
"Ketika identifikasi itu sedemikian rupa lekat, maka eksistensi parpol yang membedakan itu menjadi penting, selain memang bermain di rasionalitas pemilih. Tidak gampang membangun rasionalitas pemilih," katanya.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio, menambahkan parpol baru maupun parpol yang menurut hasil survei berada dalam posisi rentan diprediksi masih bisa lolos syarat ambang batas parlemen. Parpol tersebut harus berjuang, semisal menggelorakan program-program yang masuk ke arah popularitas dan kebutuhan rakyat. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved