Survei: 75,5% Publik Pertimbangkan Sosok Capres untuk Pilih Partai

Nurjiyantoi
08/5/2018 16:15
Survei: 75,5% Publik Pertimbangkan Sosok Capres untuk Pilih Partai
(Ilustrasi)

PENELITI dari Lingkar Survei Indonesia Denny JA, Ardia Sopa mengungkapkan adanya asosiasi partai politik terhadap calon presiden yang akan diusung dapat meningkatkan suara. Pasalnya, dari hasil survei yang dilakukan lembaganya menunjukan dukungan masyarakat terhadap pilihan partai masih dipengaruhi oleh sosok Capres yang diusung partai tersebut.

"Sebanyak 75,5% responden mempertimbangkan ada atau tidak adanya calon presiden kuat yang diusung partai sebagai pertimbangan," ujarnya di Kantor LSI Denny JA, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, hari ini.

Dirinyapun mencotohkan hal tersebut dengan hasil survei terkait elektabilitas PDIP. Dukungan terhadap PDIP tetap terjaga tinggi dikarenakan sosok Jokowi yang ter-asosiasi kuat dengan PDIP. Padahal LSI Denny JA mecatat responden yang memilih PDIP sempat terpengaruhi untuk tidak memilih PDIP dikarenakan munculnya isu Puan Maharani dan Pramono Anung dalam kasus KTP-el.

"65% dari responden yang memilih PDIP mengasosiasikan juga Jokowi dengan PDIP hal ini juga yang membuat PDIP tetap memiliki elektabilitas yang kuat meski tergerus isu Puan Maharani serta Pramono Anung dalam kasus KTP-el," ungkapnya.

Ardia juga menyebut hal yang sama pula terhadap Gerindra. Dirinya mengungkapkan ketika isu Capres Prabowo menghangat hal tersebut pula secara bersamaan menaikan dukungan terhadap responden untuk memilih Gerindra.

Hal yang sedikit berbeda terjadi terhadap para responden yang memilih Golkar. Meski diterpa kasus Ketua Umum terdahulunya Setya Novanto terkait korupsi KTP-el yang menurunkan dukungan terhadap Golkar, namun suara Golkar kembali naik dikarenakan program-programnya yang dikenal masyarakat.

"Program-program Golkar seperti sembako murah, lapangan kerja tersedia, rumah harga terjangkau, serta teknologi tinggi untuk kesejahteraan cukup dikenal oleh responden sehingga dapat menaikan suara Golkar kembali paska diterpa kasus Novanto," ungkapnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya