PDIP Gamang Cari Cawapres Jokowi Paska Kekalahan di Pilkada DKI

Nur Aivanni
05/5/2018 13:43
PDIP Gamang Cari Cawapres Jokowi Paska Kekalahan di Pilkada DKI
(ANTARA/Puspa Perwitasari)

PROFESOR Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli mengatakan bahwa PDI Perjuangan menjadi gamang dalam mencari pendamping bagi Joko Widodo yang akan maju dalam Pilpres 2019 paska Pilkada DKI Jakarta.

"Paska Pilkada DKI, buat PDIP dan Jokowi yang tadinya tenang-tenang aja jadi gamang, sehingga kegamangan itu saat memilih pendampingnya (Jokowi)," kata Romli dala diskusi dengan tema berburu cawapres dan sidang MK, di Gado-Gado Boplo, Jakarta, hari ini.

Ia mengatakan, selain Jusuf Kalla, cawapres yang disodorkan untuk mendampingi Jokowi mendapat resistensi di kalangan parpol pendukung dan masyarakat. Ia menilai ada sejumlah faktor mengapa kemudian yang muncul kembali sebagai cawapresnya Jokowi adalah Jusuf Kalla yang sudah dua kali menjadi wakil presiden.

"Pertama, mungkin mengikuti survei, bahwa calon yang ada tidak bisa memberikan kontribusi elektoral (Jokowi). Kedua, faktor resistensi, karena Pak JK dianggap senior dan negarawan," katanya.

Ketiga, sambung dia, resistensi dari masyarakat apakah memilih salah satu cawapres yang ada representasi Indonesia dan luar Jawa. "Sementara, Pak JK sudah pasti diterima masyarakat," ucapnya.

Keempat, lanjutnya, adanya stigma bahwa PDIP atau Jokowi kurang dekat dengan Islam. Dan terakhir, adalah persoalan kalah atau menang dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Universitas Pertahanan Salim Haji Said menilai bahwa politik di Indonesia berubah paska Pilkada DKI Jakarta yang menyeret mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ditahan karena kasus penodaan agama. "Akibat perubahan politik gara-gara soal Ahok, posisi JK yang dianggap sekedar penasehat, sekarang jadi penting," katanya.

Selain JK pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, JK juga merupakan penasihat NU Sulawesi Selatan. "JK dipersepsikan sebagai mewakili luar Jawa, tidak ada orang yang seperti ini paska ribut Ahok yang memenuhi syarat seperti JK. Kepentingan PDIP adalah Jokowi terpilih," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya