Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGURUAN tinggi keagamaan di Indonesia harus menjadi garda terdepan menebar paham damai, bukan menjadi basis penyebaran paham radikal.
"Dari data terbaru BIN (Badan Intelijen Negara) kita mengetahui sebanyak 39% mahasiswa Indonesia telah terpapar doktrinasi ide-ide radikalisme. Bahkan, ada tiga perguruan tinggi yang menjadi basis penyebaran paham radikal sehingga harus mendapatkan perhatian khusus," ungkap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka perkemahan wirakarya ke IV perguruan tinggi keagamaan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim (Susqa) Pekanbaru, Riau, Kamis (3/5).
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain pelaksana tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli, dan 1.500 kontingen dari 56 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, 12 PTS se-Indonesia, serta utusan dari Malaysia.
Lukman menambahkan, perguruan tinggi agama seharusnya mejadi pelopor gerakan antiradikalisme. Pemahaman agama yang lebih mendalam semestinya diarahkan untuk mengembangkan model toleransi keagamaan yang moderat di Indonesia.
"Kita yakin perguruan tinggi keagamaan menjadi garda terdepan dalam melawan penyebaran ideologi radikalisme," tegas Lukman.
Dia menjelaskan, saat ini Indonesia telah dimasuki paham-paham transnasional yang bertujuan mengganti dasar negara Pancasila dengan sistem khilafah. Ideologi itu, sambung dia, melahirkan gerakan radikal dan cara pandang keagamaan yang intoleran terhadap keberagaman.
"Paham seperti ini harus diwaspadai karena akan mengerus nilai-nilai luhur bangsa kita yang selalu mengedepankan musyawarah dan tepa salira," jelasnya.
Menurutnya, kian maraknya pandangan keagamaan yang keras dan intoleran harus dilawan bersama. Perguruan tinggi keagamaan, sambung dia, harus menebarkan paham moderat sehingga tidak mengalah terhadap perkembangan masif paham radikal tersebut di kehidupan sehari-hari apalagi pada media sosial. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved