Bawaslu Minta Akses Hapus Berita Hoaks di Medsos

Bayu Anggoro
18/4/2018 21:34
Bawaslu Minta Akses Hapus Berita Hoaks di Medsos
(thinkstock)

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah bekerja sama dengan seluruh media sosial (medsos) untuk menekan pelanggaran pemilu dan peredaran berita hoaks.

"Bawaslu telah kerja sama dengan seluruh medsos seperti Instagram, Twitter, Facebook agar diberikan akses untuk segera menghapus berita-berita yang telah menyebar kebencian, menghina, dan bohong," kata anggota Bawaslu Fredz Edwar Siregar di Bandung, Rabu (18/4).

Dengan kerja sama itu, jelas Freds, Bawaslu tidak memerlukan waktu yang lama untuk menghapus unggahan di medsos tersebut.

Selain itu, sambung dia, Bawaslu meminta operator medsos untuk menambah sumber daya manusia agar penghapusan unggahan yang melanggar bisa segera dilakukan.

"Kami juga sudah melatih SDM di kami agar bisa lebih baik dalam mengawasi kampanye di medsos," katanya.

Meski begitu, dia memastikan pengawasan kampanye di media sosial ini tidak mengganggu prinsip kebebasan berpendapat.

"Kita harus tetap menjaga keseimbangan. Kebebasan orang berbicara political speech dan ujaran kebencian," katanya.

Selain itu, dia juga meminta masyarakat lebih aktif mengawasi kampanye menjelang pencoblosan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018. Pasalnya, pelanggaran pemilu diprediksi akan semakin banyak terjadi.

Jika menemukan berita bohong dan hal-hal berbau negatif lainnya di medsos, dia berharap masyarakat melapor.  "Misalnya didapati di Facebook, bisa dilapor ke Facebook," katanya. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya