Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) mulai melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilu 2019. Selebrasi awal coklit tersebut ditandai dengan video conference bersama perwakilan RI di Kota Kinabalu, Manila, Seoul, Kuala Lumpur, Sydney, New York, Den Haag, Pretoria, dan Riyadh.
"Semangatnya adalah setiap warga negara Indonesia yang punya hak pilih penting untuk dilayani hak pilihnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri," ucap komisioner KPU Viryan di Kantor KPU, Jakarta, kemarin.
Gerakan coklit serentak dilakukan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang dilaksanakan di 133 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Sebanyak 133 kabupaten/kota tersebut berada di 17 provinsi yang tidak melaksanakan Pilkada 2018.
"Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Pemilu, menyatakan daerah yang tengah mengadakan Pilkada 2018 tidak dilakukan coklit," ucap dia.
Berdasarkan catatan KPU, dari 133 kabupaten/kota tersebut terdapat daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) sebanyak 32.693.688 pemilih dan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) terakhir pada 2014 sebanyak 30.683.686 pemilih. Berdasarkan data DP4 tersebut, jumlah pemilih pemula sebanyak 1.953.799 pemilih.
Coklit data pemilih Pemilu 2019 tersebut dilakukan hingga 17 Mei 2018 mendatang.
Coklit serentak juga dilaksanakan di luar negeri di 130 kantor perwakilan RI dengan data DP4LN sebanyak 2.049.708 pemilih, sedangkan data DPTLN PPWP pada Pemilu 2014 sebanyak 2.038.711 pemilih (total jumlah pemilih melalui TPS, pos, dan drop). Anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) pada Pemilu 2019 sebanyak 536 orang.
Coklit serentak di luar negeri itu akan dilaksanakan 1.200 pantarlih dengan perincian 598 pantarlih TPS, 463 pantarlih kotak suara keliling (KSK), dan 139 pantarlih pos.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengharapkan para kontestan Pemilihan Umum 2019 dapat menjalankan proses demokrasi secara elegan untuk hasil yang berkualitas.
Hal itu dikatakan Haedar seusai menerima petugas Pantarlih yang melakukan coklit bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, DIY, di Bantul, kemarin.
"Dua hal yang perlu menjadi faktor pendukung dengan sistem pemilu yang sudah bagus itu yakni bagaimana para kontestan itu betul-betul bisa bermain demokrasi secara elegan," katanya.
Ia berharap pemilu menghasilkan bukan hanya demokrasi prosedural, melainkan juga demokrasi yang berkualitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved