Jawa Tengah Menjadi Tumpuan Indonesia

Akhmad Safuan
16/4/2018 08:10
Jawa Tengah Menjadi Tumpuan Indonesia
(DPRD Jateng/Tim MI/Foto: ANTARA/Grafis: DUTA)

JELANG pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah pada 27 Juni banyak harapan yang disandarkan kepada dua pasangan calon yang akan maju. Kedua pasangan itu ialah Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziah.

Kedua pasangan itu masih menjalani masa kampanye. Berbagai janji politik dilontarkan, termasuk gagasan akan di bawa ke mana Jawa Tengah lima tahun ke depan.

Wartawan Media Indonesia Akhmad Safuan berkesempatan melakukan wawancara dengan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang diusung Partai NasDem, Golkar, PPP, Hanura, dan Demokrat. Total dari lima partai itu ada 58 kursi.

Bagaimana sebenarnya Anda melihat Provinsi Jawa Tengah?

Saya melihat posisi Jawa Tengah secara geografis tepat berada di tengah-tengah Indonesia sehingga mencari sentral sangat dekat dan mudah untuk menjangkau berbagai pulau-pulau di Indonesia.

Apalagi tersedianya sarana transpotasi baik darat, udara, maupun laut yang cukup memadai.

Sebagai sentral yang mudah terjangkau, Jawa Tengah akan menjadi barometer dari daerah-daerah yang ada sehingga tingkat kemajuan maupun pembangunan menyeluruh akan menjadi perhatian dan disorot daerah lain sehingga dapat saya katakan Jateng menjadi tumpuan dan tulang punggung Indonesia.

Sebagai tulang punggung, Jawa Tengah harus kuat memikul beban yang tidak ringan, baik itu secara ekonomi, politik, sosial, maupun budaya. Karena jika sampai terganggu stabilitasnya maka akan menimbulkan gejolak di daerah lain.

Apa yang telah Anda lakukan selama lima tahun sebagai Gubernur Jateng?

Selain mengangkat dan meletakkan pembangunan sebagaimana akar budaya yang ada, tentu kebijakan yang diterapkan harus selaras dengan kebutuhan warga Jateng. Karena pembangunan untuk mereka maka saya selalu keliling setiap hari untuk menyerap aspirasi dan sakaligus partisipasi warga.

Saat menghadapi kondisi masyarakat yang kesulitan karena banyak infrastruktur rusak, sejak pertama menjabat saya mengambil kebijakan pembangunan jalan total baik itu pemeliharaan, peningkatan, dan pembangunan jalan baru. Prog-ram jalan tanpa lubang langsung dikerjakan dengan cepat sehingga transpotasi lancar hingga ke tingkat perdesaan.

Demikian juga di bidang ekonomi, Pemerintah Provinsi Jateng terus mendorong masuknya investasi dengan berbagai kemudahan dan penataan wilayah yang tidak hanya meningkatkan ekonomi di daerah, tapi juga membuka lapangan kerja cukup besar.

Visi apa yang Anda bawa untuk Jawa Tengah mendatang?

Visinya ialah Jawa Tengah berdikari, yakni memiliki pemimpin yang mampu menggali semua potensi yang dimiliki kabupaten/kota serta mengelolanya dengan baik sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya secara mandiri.

Pada hakikatnya merupakan peneguhan diri dan tekad untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. Jangkar ideologi tersebut pada mulanya digagas Bung Karno yang dikenal sebagai ajaran Trisakti.

Posisi geopolitik dan geografis Jawa Tengah yang sangat strategis menuntutnya untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan wilayah sekitarnya seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Kalimantan Tengah sebagai pusatnya Jawa (center of Java).

Sangat relevanlah konsep ekonomi kerakyatan yang telah digagas Bung Karno tersebut, yakni suatu sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi yang ada pada diri rakyat. Ekonomi kerakyatan ialah kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan. Secara swadaya masyarakat mengelola segala sumber daya yang ada untuk dapat dimanfaatkan dan dikuasainya menjadi suatu materi yang berharga.

Basis ekonomi rakyat

Untuk mencapai visi itu, bagaimana misi yang Anda akan lakukan?

Membangun Jawa Tengah berbasis ekonomi rakyat dan kedaulat-an pangan untuk menanggulangi kemiskinan dan pengangguran.

Memastikan partisipasi masyarakat Jawa Tengah dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Jawa Tengah yang bersih, jujur, dan transparan dalam pelayanan publik dan memperkukuh gotong royong,

Guyub-rukun serta tepa salira sebagai jati diri Jawa Tengah. Bisa diungkapkapkan lebih detail?

Sebagai incumbent, tentu program yang akan dilaksanakan sifatnya melanjutkan program yang telah ada, tinggal hanya memperpanjang dan memperbesar program yang sudah dan belum dilaksanakan.

Beruntung saya mempunyai pendamping dari kalangan santri, Gus Yasin. Ini merupakan kekuatan yang luar biasa, baik secara politik maupun ekonomi,

Karena dukungan yang besar dari warga Jateng akan menumbuhkan partisipasi rakyat dalam program kebijakan pembangunan yang akan diterapkan. (P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya