Ray Rangkuti: Amien Rais Serampangan dan Putus Asa

Astri Novaria
15/4/2018 21:13
Ray Rangkuti: Amien Rais Serampangan dan Putus Asa
(MI/ROMMY PUJIANTO )

DIREKTUR Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai pernyataan Amien Rais soal adanya partai Allah dan partai setan adalah pernyataan yang serampangan yang terkesan lahir dari suasana hati yang putus asa. Dua kategori partai yang dimaksud, sekalipun sudah dibantah tidak berhubungan langsung dengan partai politik, menurutnya jelas sulit dipisahkan dari makna partai politik.

"Penyebutan PKS, Gerindra dan PAN sebagai partai Allah, dengan sendirinya menepis partai politik lain sebagai bukan partai Allah. Tak perlu berbelit untuk memahami kerangka berpikir demikian. Kecuali, pernyataan itu dibuat umum, tanpa menyebut contoh partai yang masuk kategori partai Allah," ujar Ray lewat siaran pers yang diterima Media Indonesia, hari ini.

Lebih lanjut menurutnya, dengan pernyataan serampangan seperti ini, sama sekali tidak membantu untuk meningkatkan kualitas dan kedewasaan berdemokrasi. Alih-alih meningkatkan, yang ada adalah kegaduhan, perbincangan tanpa faedah dan lebih meningkatkan ketidaksukaan publik pada partai politik sekaligus meningkatkan suhu negatif suasana politik menjelang pemilu/pilpres serentak 2019 yang akan datang.

"Amat disayangkan, Amien nampaknya, lebih memilih jalan kontroversi dari pada edukasi. Memilih hingar bingar serampangan dari pada refleksi. Pernyataan-pernyataan yang rasanya bahkan tidak juga membantu partai yang didirikannya untuk meraih suara," tandasnya.

Sejatinya, sambung Ray, makin dewasa usia demokrasi, yang dipertontonkan adalah kematangan, objektif, dan nalar kritis. Bukan sebaliknya, demokrasi makin matang, tetapi ada pelakunya yang nampak tak siap untuk lebih bijak, rasional dan dewasa.

"Akhirnya, pernyataan serampangan bernada keputusasaan yang muncul. Di tengah makin tak kondusifnya suasana politik yang terlihat makin maraknya isu SARA, fitnah, caci maki, kebencoan baiknya para pemimpin justru membantu meredamnya. Mengarahkan makna demokrasi dan tujuan berpemilu kita. Yakni mendapatkan elit politik yang amanah, berdedikasi, dan anti korupsi," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya