Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA petinggi media dari Jawa Tengah menyambangi Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, kemarin. Pertemuan tersebut membicarakan pembangunan karakter kader partai yang digagas melalui ABN NasDem.
Petinggi media yang hadir berasal dari Jateng Pos, LKBN Antara, Radar Jawa Pos, Wawasan, KR Yogya, Suara Merdeka, Tribun Jateng, Suara Pembaruan, dan Media Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, para tamu disambut Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) NasDem I Gusti Kompyang (IGK) Manila. Pertemuan diawali dengan diskusi mengenai kurikulum yang diajarkan dan garis besar seputar ABN NasDem.
Para tamu dari media dan staf dari ABN pun berkomunikasi lebih jauh mengenai pembangunan karakter kader partai melalui ABN NasDem. Seusai berdiskusi, mereka diajak berkeliling ABN NasDem, sekaligus berkenalan dengan para kader yang tengah menjalani pendidikan.
"Kami jelaskan apa itu ABN dan dasar pemikiran dari Pak Surya Paloh (Ketua Umum NasDem) dalam membangun akademi ini. Kader Partai NasDem yang sudah lulus dari sini harus, cerdas militan dan terampil serta memiliki loyalitas, kepatuhan dan kerja keras," kata IGK Manila di ABN NasDem, Jakarta Selatan, kemarin.
ABN ialah lembaga pendidikan yang diprakarsai Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. ABN dibentuk dalam rangka membina kader partai agar memahami konteks kepribadian, kebangsaan, dan kepartaian.
Metode pembelajaran di ABN laiknya program kuliah pada umumnya. Sebanyak 48 SKS yang harus ditempuh selama empat bulan. Mereka menjalani pendidikan lima hari dalam seminggu dengan waktu efektif 8 jam per hari. Saat ini, ABN NasDem sudah mencetak 12 angkatan yang berasal dari 34 provinsi dari berbagai kalangan keilmuan.
Salah satu tamu dari media Suara Pembaruan, Stefy Thenu, bahkan menyarankan parpol lain mencontoh konsep ABN yang digagas NasDem itu. Menurut Stefy, diklat kader parpol mampu membuat generasi Indonesia lebih baik sebab mereka dibekali pendidikan karakter dan kedisiplinan.
"Partai politik ke depannya tidak hanya menghasilkan tokoh atau elite politik yang membuat negara kisruh dengan kasus korupsi. Bahkan, pertentangan antarelite," ujar Stefy.
Seusai mendampingi perwakilan media melihat pelaksanaan program ABN, IGK Manila mengatakan ABN NasDem terbuka bagi semua pihak. "Kami dengan senang hati menerima berbagai kalangan," pungkasnya.(MTVN/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved