Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GANJAR Pranowo mengunjungi Panti Asuhan Sumber Asih di Kecamatan Tingkir, Salatiga, sejak berdiri 30 tahun lalu. Ia menjadi gubernur maupun calon gubernur Jawa Tengah 2018-2023 pertama yang menginjakkan kakinya di panti asuhan tersebut.
Kedatangan Ganjar disambut ratusan anak-anak di panti asuhan itu. Ganjar Pranowo yang datang dengan baju putih dan celana gelap terlihat ikut larut dalam kegembiraan dan kegiatan anak panti asuhan itu.
Dalam kunjungan itu Ganjar terlihat kagum dengan Handoyo yang merupakan salah satu orang berkebutuhan khusus tunagrahita. Ia mampu membuat lukisan Walt Disney, es krim, dan putri tidur. "Wah bagus sekali lukisanmu, kamu hebat,'' puji Ganjar.
Tidak hanya itu, Handoyo juga menunjukkan lukisan lainnya seperti pot bunga, potret diri dan pegunungan. Ganjar bahkan tidak menyangka bahwa pelukisnya ialah anak disabilitas. Ini yang membuat Ganjar semakin kagum.
Dengan bahasa isyarat karena kesulitan menyampaikan kata, Handoyo menunjukkan ruang yang kosong di lukisan itu dan dengan senang hati Ganjar yang mengetahui maksudnya menandatangani lukisan itu.
Bahkan ketika anak asuh panti menyanyikan lagu dangdut, Ganjar pun ikut larut bersama mereka berjoget sambil nge-vlog. "Baru kali ini sejak 30 tahun berdiri panti ini seorang pejabat datang ke sini," kata pengurus Panti Sumber Kasih, Endang.
Menurut Endang, panti asuhan yang beroperasi sejak tahun 1988 saat ini dihuni 35 anak (20 putri dan 15 laki-laki) berkebutuhan khusus. Mereka selama ini tidak pernah tergantung kepada pemerintah dan dikelola secara swadaya dengan donatur berasal dari keluarga pasien dan warga sekitar.
Meskipun berjalan tanpa bantuan pemerintah, anak asuh yang sebagian besar berkebutuhan khusus itu berprestasi dan mandiri. Tak berlebihan jika Ganjar senang dan atusias saat datang.
Selepas kunjungan Ganjar mendorong jumlah sekolah inklusi di berbagai tingkatan bertambah sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas.
"Jumlah sekolah inklusi di Jateng masih sangat kurang sehingga mengakibatkan banyaknya anak penyandang disabilitas kesulitan mengakses pendidikan yang layak," kata Ganjar.
Menurut Ganjar, jumlah sekolah inklusi bisa ditambah dengan menambah guru pendamping atau menjalin kerja sama dengan aktivis pendamping difabel.
"Sekolah inklusi masih kurang. Kita akan dorong dengan menambah guru khusus difabel di sekolah umum bisa dengan penambahan guru sendiri atau dari luar seperti sukarelawan. Jadi kalau pendampingannya bagus, mental anak ini akan bagus juga,'' ujar Ganjar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved