Jokowi Fokus Tuntaskan Program Kerja

Rudy Polycarpus
12/4/2018 09:10
Jokowi Fokus Tuntaskan Program Kerja
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

MULAI gencarnya isu-isu negatif yang mengarah kepada Presiden Joko Widodo jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak membuat orang nomor satu Indonesia itu kehilangan konsentrasi dalam mengurus negara. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Jokowi tetap fokus menuntaskan prog-ram kerjanya sebelum 2019.

"Beliau fokus infrastruktur dan kemarin pertemuan 53 negara Afrika di Bali semua terkagum dengan progres infrastruktur Indonesia yang begitu besar," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, kemarin.

Pernyataan tersebut diutarakan Luhut sehubungan dengan pidato Jokowi yang berapi-api dalam acara Konvensi Nasional 2018 kelompok relawan Galang Kemajuan (GK), akhir pekan lalu. Baginya, pidato itu ibarat serangan balik atas berbagai pemberitaan miring terhadap pribadi Jokowi ataupun pemerintah secara keseluruhan.

Banyak yang menuding Jokowi sebagai keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), juga mementingkan tena-ga kerja asing. Pemerintahannya juga dikritik karena dianggap menumpuk utang. Begitu pula soal pembagian sertifikat tanah yang dinilai sebagian pihak sebagai pengibulan.

Atas hal tersebut, Luhut pun mengaku ikut geram. Ia lantas meminta masyarakat ataupun pejabat publik agar memberi kritik berdasarkan fakta dan data yang valid.

"Yang mengklaim dirinya intelektual dan pejabat negara pakai data saja, jadi kita mendidik juga anak muda bangsa ini kalau berdiskusi atau mengkritik, basis data-nya kuat, jangan enggak elok," sindir Luhut.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi berapi-api saat memberikan pidato dalam Konvensi Nasional Galang Kemajuan Center atau GK Center di Bogor, Jawa Barat. Ia memberi tanggapan atas pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia bubar pada 2030.

"Pemimpin itu harus tahan banting, harus kerja keras, harus berusaha, jangan berbicara pesimistis 2030 bubar. Pemimpin itu harus memberikan optimisme kepada rakyatnya, pemimpin itu harus memberikan semangat kepada rakyatnya, meskipun tantang-annya berat, tantangannya tidak gampang," tandas Jokowi.

Cawapres

Di saat Presiden Jokowi terus bekerja, sejumlah nama terus mengemuka untuk menjadi calon wakil presiden yang digadang-gadang bakal mendampingi calon pertahana itu pada 2019. Bahkan, Wapres Jusuf Kalla disebut-sebut ikut 'menyeleksi' cawapres untuk Jokowi tersebut.

Hal itu mencuat setelah foto pertemuan JK dengan Ketua Wahid Institute Yenny Wahid dan mantan Ketua Mahkamah Agung Mahfud MD tersebar di media sosial, akhir pekan lalu. Namun, JK menampik bahwa pertemuan informal di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu, (8/4), itu untuk membicarakan Pilpres 2019.

"Enggak, enggak, saya enggak bicara itu (soal cawapres)," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.

Kalla menyebut tak ada yang spesial dari pertemuan dengan kedua tokoh itu. Apalagi, Kalla juga berasal dari kalangan Nahdlathul Ulama, seperti Yenny dan Mahfud. Pertemuan itu, kata dia, hanya membahas sejumlah isu yang ada di lingkungan Nahdlathul Ulama.

"Bicara bagaimana ini memajukan NU dari sisi ekonomi," kata Kalla.

Dalam foto yang diunggah Yenny di akun Instagram-nya, terlihat Yenny dan Mahfud mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna cokelat. Yenny mengaku pertemuan itu hanya diskusi sembari minum teh.(MTVN/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya