Prabowo bukan Harga Mati

Taufan SP Bustan
11/4/2018 07:15
Prabowo bukan Harga Mati
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

PARTAI Gerindra masih menggodok sosok yang akan diusung sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. Meski berulang kali ditegaskan bahwa mereka bakal kembali mencalonkan Ketua Umum Prabowo Subianto, bukan berarti tidak ada gagasan untuk mengusung kandidat lain.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mengatakan di Jakarta, kemarin, pihaknya masih mematangkan strategi dan hitungan politik. Menurutnya, nama Prabowo memang masih sangat kuat untuk dicalonkan, tetapi ada pula ide agar Gerindra mengajukan calon lain. "Kami tengah merancang dan menghitung kekuatan. Prabowo bisa iya dan bisa tidak (menjadi capres) atau menjadi king maker," terangnya.

Perihal calon lain, Desmond menyebut mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Ini kan terserah rakyat. Tokoh lain pun terus bermunculan. Ada Gatot dan Anies."

Dia tegaskan, prinsip Gerindra ialah menang dan tidak mau mengulang kekalahan seperti di Pilpres 2014. Pergantian presiden di pilpres nanti pun merupakan keharusan.

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra yang juga adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan masih banyak faktor yang dipertimbangkan sebelum kakaknya memutuskan maju atau tidak sebagai capres. Faktor-faktor itu antara lain masalah kesehatan dan logistik.

Namun, seperti yang selalu dia katakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon kembali menegaskan Prabowo akan mencalonkan diri lagi di Pilpres 2019. Dia menepis anggapan bahwa belum adanya deklarasi menunjukkan Prabowo ragu.

"Respons Prabowo atas dukungan kader baik-baik saja. Saya jamin 100% Pak Prabowo akan maju di Pilpres 2019. Tiga hari lalu saya ketemu Pak Prabowo, semua aman dan tidak ada masalah," tandasnya.

Menurut Fadli, seluruh kader Gerindra menginginkan Prabowo kembali berhadapan dengan petahana Joko Widodo. Keputusan soal itu akan dibicarakan dalam rapat koordinasi nasional hari ini.

Senada, politikus Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan rakornas di Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, hari ini, yang tertutup bagi wartawan salah satunya membahas capres. Sebanyak 34 DPD Partai Gerindra pun sudah memutuskan satu nama.

"Jadi, seluruh pengurus DPD se-Indonesia itu telah melakukan deklarasi capres dan keluar hanya satu nama. Nah, nama itu tentunya hanya Prabowo Subianto," terang Riza.

Soal kemungkinan Gerindra tak jadi mengusung Prabowo mendapat perhatian sekutu mereka, PKS. Anggota DPR dari PKS Mahfuz Sidik menyatakan, dari awal pihaknya ingin kembali berkoalisi dengan skenario capres dari Gerindra, yakni Prabowo, dan cawapres dari PKS.

"Cuma yang ada sekarang kan terus berkembang dan bisa saja berubah. Apalagi PKS belum menentukan koalisinya dan Prabowo pun belum mendeklarasikan diri."

Dia menilai Prabowo tengah berhitung matang, termasuk soal logistik. "Kita belum tahu apakah Prabowo benar maju atau malah hanya menjadi king maker seperti Megawati."

Unsur ulama

Para ulama dari Jawa Barat, kemarin, menemui Presiden Jokowi di Istana Bogor dan berharap agar Jokowi menggandeng ulama sebagai cawapresnya. "Kami menyampaikan agar wakilnya dari unsur ulama yang bisa mengangkat suara Jokowi. Jangan sekadar ulama, tapi ulama yang memang bisa mewarnai Nusantara," ujar pengasuh Ponpes Al Hamidiyah Depok, KH Zainuddin Maksum Ali, seusai pertemuan.

Atas masukan tersebut, imbuh dia, Jokowi hanya tersenyum dan berjanji akan mengumumkan cawapresnya setelah pilkada serentak tahun ini.

Zainuddin pun menegaskan para ulama mengapresiasi kinerja pemerintahan Jokowi meski masih ada kekurangan di sana-sini. (Pol/Riz/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya