Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) setuju bila Presiden Joko Widodo merespons keras tudingan dan serangan dari lawan politiknya. Jokowi sempat berapi-api berpidato saat menanggapi sejumlah isu negatif yang dialamatkan kepadanya.
"Jokowi kan orangnya enggak semudah itu untuk meng-counter hal yang dianggap enggak perlu. Tapi sekarang sudah perlu untuk dia karena kan trennya sekarang pada peningkatan masalah sosialisasi dia sebagai capres untuk kedua kalinya," kata OSO di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
OSO menganggap wajar jika lawan politik Jokowi menyerang habis-habisan dengan berbagai isu. Namun, jangan pula dipersoalkan ketika Jokowi merespons keras hal tersebut. "Orang marah-marah sama dia (Jokowi), dia enggak marah. Lantas kalau dia marah dikit juga, masak orang marah gitu?" ucapnya.
Ia menilai gaya komunikasi Jokowi sulit diterka. Namun, dia tak bisa memastikan ada perubahan gaya komunikasi politik Jokowi jelang Pilpres 2019. "Kan begini, kita enggak bisa berandai-andai. Jokowi orang yang enggak bisa ditebak, itulah kelebihannya. Orang enggak bisa ditebak, tapi rakyat suka," papar OSO.
Sebelumnya, di hadapan relawan yang tergabung dalam Galang Kemajuan (GK) di Bogor, Sabtu (7/4), Jokowi menyinggung soal isu Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dikait-kaitkan dengannya. Menurut Jokowi, isu komunis sengaja digaungkan untuk menggerus citranya. Eks Gubernur DKI Jakarta itu berbicara dengan nada tinggi.
Sambil menampilkan gambar lewat layar besar, Jokowi memperlihatkan foto wajahnya yang disanding-sandingkan penyebar hoaks dengan DN Aidit (pemimpin PKI) pada saat berpidato. "Ini waktu (sambil menunjukkan foto) DN Aidit pidato pada 1955. Saya cari. Saya lahir belum, tapi berjejer (foto) sama DN Aidit, coba. Ini isu apa-apaan? Tidak beradab seperti itu," cetus Jokowi.
Pakar psikologi politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, menilai imbauan Presiden Jokowi kepada para relawan agar lebih militan bisa menjadi sinyal peringatan kepada para lawan politiknya. "Kita lihat bahwa retorika Jokowi yang lebih berapi-api membakar semangat para relawan. Sekaligus juga memberikan warning ke pihak lawan," kata Hamdi.
Jokowi, menurut Hamdi, ingin mengisyaratkan sebagai calon presiden petahana ia juga bisa merespons tudingan lawan serta masih memiliki amunisi dan pasukan yang cukup. "Ia ingin memberitahukan pada lawan bahwa ia bisa melayani serbuan lawan. Ia juga memiliki pasukan dan amunisi yang cukup," ujarnya.
Lumrah
Menurutnya, balas-membalas tudingan politik sudah menjadi hal yang lumrah. Jika imbauannya dilakukan di depan relawan sendiri, menurutnya, hal tersebut wajar karena ada niat untuk menyemangati relawan. "Kalau di depan relawan, itu hal yang lumrah. Menyemangati relawan, memompakan semangat, pilihan kata-kata lebih militan itu adalah untuk membangkitkan semangat," tukasnya.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai apa yang disampaikan Presiden Jokowi itu bukan ekspresi kemarahan. Sikap berapi-api Jokowi jangan disalahartikan dan tak perlu direspons berlebihan. "Apa yang disampaikan oleh Presiden bukan kejengkelan, melainkan sebuah klarifikasi," ucap politikus Partai Golkar itu.(Nov/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved