Indonesia-Afrika Kerja Sama Ekonomi Digital

Arv/Ant/X-4
10/4/2018 08:20
Indonesia-Afrika Kerja Sama Ekonomi Digital
(laf.kemlu.go.id/L-1/Grafis: CAKSONO)

INDONESIA menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan sebuah forum besar yang bernama Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018 yang akan dimulai hari ini sampai besok di Nusa Dua, Bali.

Melalui forum itu, Indonesia dan Afrika berencana meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara, khususnya dalam bidang ekonomi digital, termasuk bagaimana solusi bagi hambatan-hambatan yang ada.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan Indonesia dengan Afrika selama ini sangat dekat dari aspek politis, tetapi belum memanfaatkan sepenuhnya aspek di luar politis, seperti ekonomi. "Sehingga aspek ekonomi ini yang akan dikembangkan ke depannya," kata Arrmanatha beberapa waktu lalu.

Bali Nusa Dua Convention Center dipilih menjadi tempat berlangsungnya forum yang baru pertama kali digelar itu. Beragam persiapan juga telah dilakukan untuk menjamu dan menyambut para delegasi yang terdiri dari 550 orang yang berasal dari 53 negara di Benua Afrika, mulai cek suara, pendaftaran ulang peserta, hingga pemasangan dekorasi.

Spanduk dan baliho penanda IAF 2018 pun sudah berjejer dan terpasang rapi di sepanjang jalan Nusa Dua.

Menurut Arrmanatha, saatnya Indonesia dan Afrika bisa saling mengenalkan kemampuan dan kualitas masing-masing. "Jadi, kalau lihat Afrika, jangan ingat film God Must be Crazy. Itu 30 tahun lalu. Sekarang kalau lihat Afrika, ingat saja Wakanda dan Black Panther," kelakar Arrmanatha.

Di samping itu, Direktur untuk Hubungan Afrika Kementerian Luar Negeri Daniel Simanjuntak menambahkan, teknologi keuangan di Indonesia, misalnya fintek atau finansial inklusi, akan ditawarkan ke Afrika karena berpotensi menyasar masyarakat yang belum terakses oleh perbankan di Afrika. "Indonesia harus mulai masuk ke pasar Afrika," tutur Daniel.

Terkait dengan hal itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Ethiopia untuk pertama kalinya menyelenggarakan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) di Bali, kemarin.

FKB tersebut dipimpin bersama oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI Desra Percaya dan Direktur Jenderal Asia dan Oseania Kemenlu Ethiopia Tsegab Kebebew.

FKB RI-Ethiopia itu diselenggarakan sebelum pelaksanaan IAF pada 10-11 April 2018 di Nusa Dua. FKB berikut dijadwalkan di Ethiopia.

Sementara itu, produk-produk unggulan Indonesia dipamerkan pada IAF 2018. Tujuannya ialah memperluas pasar ekspor ke negara-negara nontradisional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan pameran tersebut diikuti 56 perusahaan, asosiasi, kementerian, dan lembaga yang bergerak di bidang industri strategis.(Arv/Ant/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya