Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Demokrat terus melancarkan komunikasi dengan berbagai parpol lain untuk membangun koalisi menghadapi Pemilihan Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019.
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan itu seusai menghadiri acara pelantikan pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat se-DIY di Jogja Expo Center (JEC), Senin (9/4).
Menurut AHY, komunikasi tersebut masih dalam rangka membangun chemistry dan rasa saling percaya berdasarkan cara pandang dan platform yang sama antarparpol.
Dan komunikasi tersebut, jelas AHY, belum tentu seluruhnya diketahui media massa.
"Kita lihat saja dan tentunya akan semakin menarik. Sekarang April, Mei, Juni, Juli, dan pada Agustus nanti kita akan tahu siapa yang akan diusung sebagai calon presiden dan wapres berdasarkan koalisi yang dibangun. Tunggu saja waktunya," kata dia.
Terkait wacana poros ketiga, menurut AHY, tidak semudah yang dibayangkan meski memiliki kemungkinan terwujud pada Pilpres 2019.
"Kemungkinan-kemungkinan (poros ketiga) itu terus diolah dan tentunya memang tidak semudah dan sesederhana yang dibayangkan," kata Agus.
Menurut Agus, presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden 20% cukup mempersulit munculnya gabungan parpol untuk mencalonkan sosok selain petahana Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Presidential threshold 20% ini banyak mengunci parpol. Tidak banyak parpol yang cukup kuat yang bisa menjadi jangkar atau pemersatu dari parpol lainnya," kata dia.
Kendati demikian, AHY berpandangan pembentukan poros ketiga itu masih memungkinkan terwujud pada Pilpres 2019.
"Dalam politik itu segalanya masih mungkin. Kita tidak boleh mendahului rencana Tuhan. Apakah hanya akan ada dua poros seperti Pemilu 2014 atau kemungkinan hadir poros ketiga," kata dia. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved