Aswari-Irwansyah Janji Tingkatkan Wirausaha Muda

DW/Ant/P-1
09/4/2018 10:10
Aswari-Irwansyah Janji Tingkatkan Wirausaha Muda
Calon Wakil Gubernur Sumatra Selatan Irwansyah (kiri) mengacungkan 2 jari saat melakukan kunjungan ke sejumlah pasar tradisional di Palembang, kemarin. Tak hanya ingin bersilaturahim, Irwansyah melakukan publikasi dan sosialisasi terkait dengan program OK(MI/DWI APRIANI)

PASANGAN calon Gubernur Sumatra Selatan Aswari Rivai dan Irwansyah terus memublikasikan program One Kecamatan One Center for Entrepreneurship Kito (OK OCE Kito) yang diadopsi dari program Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Keduanya pun ingin agar program ini nantinya dimaksimalkan untuk menciptakan wirausahawan muda. Tujuannya ialah untuk menciptakan sikap mandiri generasi muda.

"Harapannya setelah mengetahui program OK OCE Kito, dapat membantu kaum muda yang ingin memulai usaha, tetapi memiliki sejumlah kendala di antaranya permodalan," ucap Aswar.

Dengan program ini akan banyak manfaat bagi masyarakat. Salah satunya dapat diberikan akses bantuan permodalan. Selain itu pelatihan, pendampingan, dan pendistribusian produk juga akan dibantu.

Irwansyah menambahkan, OK OCE Kito ialah upaya pasangan calon nomor urut dua yang didukung oleh Partai Gerindra dan PKS ini untuk menjawab tantangan kemiskinan dan sulitnya lapangan pekerjaan di Sumatra Selatan.

Menurunya, OK OCE Kito dapat menjangkau seluruh kalangan, tanpa mengenal batasan. Baik itu yang baru ingin terjun di dunia usaha maupun pelaku usaha yang masih berkembang.

"Insya Allah kami Aswari-Irwansyah terus berupaya untuk menyejahterakan masyarakat Sumatra Selatan salah satunya dalam bidang ekonomi melalui OK OC Kito ini," ungkap Irwansyah.

Diakuinya, secara konsep keseluruhan, tidak ada perbedaan khusus antara OK OCE dan OK OCE Kito. Akan ada pelatihan, pendampingan, bantuan permodalan, serta penyaluran produk untuk peserta.

Di sisi lain, KPU Sumsel berharap pemilih potensial non-KTP-E/suket yang masuk ke form AC3-KWK sebanyak 402.416 orang segera melakukan perekaman data KTP-E sehingga akurasi data pemilih pada Pilkada 2018 ini semakin baik.

Komisioner KPU Sumsel Heny Susantih mengaku sudah meminta KPU kabupaten dan kota untuk berkoordinasi dengan Disdukcapil menyangkut hal tersebut.

Pemilih yang belum memiliki KTP-E yang masuk ke form AC3-KWK sebanyak 402.416 pemilih itu tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sumsel.(DW/Ant/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya