Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERJAWAB sudah penyebab Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum juga mendeklarasikan pencalonannya sebagai presiden pada Pilpres 2019. Mantan Danjen Kopassus itu masih menghitung peluangnya.
"Beliau masih menghitung dengan cermat kapan mau melakukan deklarasi," ujar Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, kemarin.
Luhut mengatakan hal itu ketika ditanya hasil pertemuan dengan Prabowo di salah satu restoran di sebuah hotel bintang lima di Jakarta, Jumat (6/4).
Dia mengaku salah satu yang dibahas dalam pertemuan itu ialah persiapan Prabowo dalam deklarasi Pilpres 2019. Ada beberapa pertimbangan yang sedang dianalisis Prabowo. Sayangnya, Luhut enggan membeberkan lebih lanjut. Menurut dia, tak semua perbincangan mereka dibeberkan.
"Ya, pertimbangannya kan banyak. Pertimbangan internal beliau, saya kan enggak perlu cerita semua," ucap Luhut.
Ia juga membantah tudingan dirinya mendorong Prabowo maju pada Pilpres 2019 dalam pertemuan itu. Luhut hanya mempersilakan Prabowo maju di kontestasi tersebut. "Saya enggak pernah mendorong. Kalau beliau mau maju, ya, silakan saja maju," ucap Luhut.
Presiden Jokowi mengaku tidak tahu isi pertemuan Luhut dan Prabowo. Jokowi juga memandang wajar pertemuan mereka karena keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat.
"Oh (mereka) setiap hari pertemuan. Supaya tahu, ya, Pak Prabowo dan Pak Luhut kawan dekat," kata Jokowi di Pesanggrahan Tenjo Resmi, Sukabumi, Jawa Barat, kemarin.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga mengaku pertemuan Luhut dan Prabowo hal yang biasa saja, apalagi mengingat keduanya mantan anggota Kopassus. "Itu biasa-biasa saja. Mereka berdua kan berteman," terang Airlangga.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai pertemuan itu merupakan bagian dari sebuah dialog. "Jangan sampai ada ketegangan di antara pemimpin sehingga memberikan energi yang negatif untuk bangsa ini," ujarnya.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heriyanto, menilai pertemuan itu semata untuk membahas keamanan Pilpres 2019.
"Menurut saya, pertemuan itu pastinya bicara politik, tapi tidak murni bahas koalisi atau sebaliknya. Bisa jadi hanya bahas keamanan jelang pilpres," katanya.
Gun Gun menegaskan mustahil jika pertemuan itu membahas koalisi karena faktanya kemungkinan koalisi antara Gerindra dan PDIP masih jauh panggang dari api.
Cawapres
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan tak berminat mengajukan diri sebagai cawapres Jokowi pada Pilpres 2019. "Sudah terlambat. Merasa sudah tua," kata Surya seusai mengukuhkan pengurus Bappilu NasDem Jatim di Surabaya, kemarin.
Surya memastikan tak berubah sikap meski ada aspirasi kader dan masyarakat. Ia meminta kesempatan itu diberikan kepada yang lain. "Saya enggak bisa memutar jarum jam kembali ke belakang. Kalau 15 tahun lalu, enggak usah didorong juga kita lompat," tegasnya.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyambut positif rencana dua parpol merapat ke koalisi Jokowi. Namun, dia tidak sependapat hal itu mengakibatkan perebutan cawapres Jokowi semakin sengit. "Saya pikir banyaknya partai untuk memilih wakil tidak sulit dan tidak ada partai yang sakit hati kalau bukan utusannya yang dipilih."(Put/FL/Medcom/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved