Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin meminta umat Islam memaafkan budayawati Sukmawati Soekarnoputri. "Beliau sesungguhnya tidak ada niatan menghina Islam," kata Maruf seusai menerima kunjungan Sukmawati di Gedung MUI, Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan berdasarkan penjelasan Sukmawati, puisi yang menjadi polemik itu merupakan pikiran kalangan seniman dan budayawan yang mengekspresikan pemikiran secara bebas. Maruf mengakui, ekspresi tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan pemikiran kelompok tertentu. "Kelompok yang punya pandangan bahwa apa pun harus menghormati norma hukum, kesantunan, maupun kepatutan," ucapnya.
Atas hal itu, Sukmawati telah meminta maaf. Ma'ruf juga menilai kunjungan Sukmawati secara langsung ke MUI sebagai bentuk kesungguhannya meminta maaf atas puisinya, maupun polemik yang terjadi. "Karena itu kami bisa memaklumi dan menyampaikan permohonan maaf beliau. Kami mengajak seluruh umat Islam untuk bisa menerima permohonan maaf beliau itu," jelas Maruf.
Pertemuan Sukmawati dengan jajaran pengurus MUI berlangsung tertutup. Sukmawati pun hanya tertunduk ketika Maruf memberikan penjelasan kepada media seusai pertemuan.
Selain meminta umat memaafkan putri Bung Karno itu, Maruf juga berharap laporan ke polisi dihentikan. "Kalau bisa menghentikan upaya-upaya untuk mengajukan pelaporan ke Bareskrim," pintanya.
Ia mengajak umat kembali membangun ukhuwah islamiah dan wataniah. Juga, mengajak umat kembali membangun dan menjaga keutuh-an bangsa ketimbang saling melaporkan. "Karena beliau ini seorang muslimah, kita bangun kembali ukhuwah islamiyah dan bersama bangsa membangun wataniah. Itu harapan kami dari MUI," ujarnya.
Lebih lanjut, Maruf mengatakan MUI ingin menyelesaikan polemik puisi Sukmawati dengan jalur dialog. Sebab, hal itu merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang juga dilakukan proklamator bangsa, Soekarno.
Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu meminta agar masalah puisi Sukmawati tidak menjadi polemik yang berkepanjangan. Apalagi, yang bersangkutan sudah meminta maaf.
"Kita bangsa pemaaf, dia juga sudah meminta maaf, ya sudahlah," tandas mantan KSAD itu.(Nur/DG/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved