Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan pemimpin harus melayani dan menjadikan masyarakat sebagai harta.
Ia percaya kepedulian pemimpin mampu menolong masyakat dalam kesulitan apa pun.
"(Pemimpin) tidak pernah memikirkan uangnya, termasuk mengorbankan dirinya untuk rakyat," tegas Viktor dalam debat perdana Pilgub NTT di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, seorang pemimpin harus tetap menjaga hati. Kewaspadaan pun harus diutamakan.
Di sisi lain, cawagub Joseph Nae Soi mengingatkan NTT memiliki masyarakat dengan watak keras. "NTT membutuhkan pemimpin yang tegas," ucap Joseph.
Ia memastikan pasangan calon nomor urut 4 tersebut akan berhasil membawa kemajuan di wilayah itu. Berbagai persoalan hingga stigma buruk tak lagi dibiarkan menempal pada NTT.
"Pilih pemimpin yang punya hati, otak, dan jejaring yang luas sehingga bisa menyelesaikan masalah di NTT," ucap dia.
Selain itu, pasangan ini menjawab tentang gizi buruk di NTT. Ia meyakini daun kelor bisa menjadi sumber makanan alternatif di NTT.
"Kita melihat bahwa sebenarnya masalah gizi buruk karena pemerintah tidak mendorong agar kelor menjadi sayur unggulan untuk memberikan protein bagi otak anak," kata Viktor.
Viktor menjelaskan pemanfaatan daun kelor telah terbukti berhasil mengentaskan warga di Afrika dari gizi buruk. Viktor menyayangkan sikap masyarakat yang tak terlalu peduli pada sumber makanan alternatif itu.
"Orang Afrika untuk menyelesaikan gizi buruk dengan makan kelor. Orang NTT tidak pernah mau makan kelor. Itu bertumbuh liar di NTT," ucap mantan Ketua Fraksi Partai NasDem itu.
Ia menyebut gizi buruk perlu ditanggulangi dengan perubahan pola pikir masyarakat tentang daun kelor.
Ia menyebut jenis tumbuhan itu memang khusus diciptakan untuk manusia.
"Hidupnya sampai 60 tahun, pohon ini enggak dimakan binatang. Memang dibuat untuk manusia supaya jangan ada gizi buruk," ucap dia.
Viktor juga menyebut pemerintah harus menyediakan sapi perah bagi tiap rumah tangga.
Perlu pula meningkatkan gizi bagi masyarakat melalui program-program tepat sasaran.
"Ke depan pemerintah harus pintar membuat program agar membantu anak-anak itu. Kan bicara ibu-ibu, ya pastilah ibu-ibu harus masak yang bagus dan berprotein," ujar Viktor.
Infrastruktur 3 tahun
Dalam debat itu, Joseph Nae Soi memastikan pembangunan infrastruktur di NTT akan tercapai dalam waktu singkat. Saat ini, 59% jalan rusak berat, sedang, dan ringan.
"Tidak mungkin jalan tidak kami selesaikan. Kami pastikan tiga tahun kami selesaikan itu," tegas Joseph.
Viktor dan Joseph memiliki tiga skema utama. Pasangan ini bakal merasionalisasi APBD yang harus memprioritaskan infrastruktur. Ada juga program pemerintah dan badan usaha.
''Skemanya ada, dasar hukumnya ada," tegas dia.
Debat ini diikuti empat pasangan, yaitu Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon/Chris), Emilia Nomleni (Emi), Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni), dan Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory/Joss).(P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved