Pemilu 2019 Momentum Berharga bagi NasDem

M Taufan SP Bustan
05/4/2018 08:25
Pemilu 2019 Momentum Berharga bagi NasDem
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh didampingi Ketua DPP NasDem Bidang Ekonomi Rahmat Gobel (kanan) menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii (kiri) di Jakarta, kemarin. Kunjungan Ishii dalam rangka membangun hubungan persahabata(MI/M IRFAN)

KETUA Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Surya Paloh mengaku Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 menjadi momentum paling berharga bagi partai yang dipimpinnya. Pemilu 2019 merupakan lompatan besar NasDem dan pertarungan yang sesungguhnya bagi seluruh kader NasDem.

"Tidak ada tersisa sedikit pun waktu kecuali hati, jiwa, semangat, dan militansi saya. Saya mau di bawah kepemimpinan saya sebagai ketua partai, tercatat dalam sejarah dari 36 kursi akan berhasil melewati 100 kursi di DPR RI. Ini harapan dan doa saya semoga bisa kita capai," terangnya.

Hal itu ia sampaikan di hadapan ratusan kader NasDem dari pelbagai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Kantor DPP Partai NasDem di Jalan RP Soeroso, Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, kemarin.

Surya meminta seluruh kader NasDem terkhusus yang mengikuti rakornas untuk tetap menjaga semangat. Menurut dia, tidak boleh ada jarak antara semangatnya selaku Ketua Umum Partai NasDem dan semangat kader di seluruh Tanah Air.

"Semangat saya seutuhnya adalah semangat dari saudara-saudara. Begitu pun sebaliknya. Kita harus satu kesatuan. Kita satu dalam semangat Partai NasDem, kita harus menjadikan ini momentum yang baik. Tidak boleh ada jarak semangat saya dengan semangat saudara," jelasnya.

Surya menyebutkan, setelah melakukan evaluasi dan perhitungan 100 lebih kursi itu bisa dicapai kalau suara NasDem secara nasional sedikitnya 18 juta. "Ke atas boleh, itu sedikit-sedikitnya 18 juta suara," ujarnya.

Surya kemudian memerinci perolehan 18 juta suara. Hal itu dibagi dua, mulai dari Pulau Jawa dan luar Jawa. Dari 80 daerah pemilihan (dapil) se-Indonesia, 39 dapil berada di Pulau Jawa, dan 41 dapil di luar Jawa.

Di luar Jawa, Surya meyakini dapat memaksimalkan kemampuan, pikiran, dan kalkulasi, tapi tidak kalah penting istikamah. Surya yakin bisa mendapat banyak suara. "Dengan cara itu semua, saya yakin akan mencapai angka 10 juta suara. Sisanya kita juga harus mendapat suara yang banyak di Pulau Jawa. Artinya, tidak boleh ada satu pun dapil nantinya yang kosong," paparnya.

Layaknya Kopassus

Lebih jauh, Komisi Saksi NasDem (KSN) diharapkan bisa bekerja layaknya pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Mereka juga harus bisa melakukan pemetaan, penggalangan suara, dan mengawal suara di tempat pemungutan suara (TPS).

Surya menyebutkan, NasDem akan menyiapkan tiga saksi di setiap TPS. Jika dikali dengan 850 ribu per TPS se-Indonesia, jumlah saksi yang dimiliki NasDem sebanyak 2.550.000 orang.

"Yang pasti NasDem belajar dari kebodohan dan kesalahannya. Makanya dari awal saksi akan dibuat terikat. Dua saksi dipersiapkan untuk terlatih dengan mengikuti program melalui TOT dan satu saksi lainnya digunakan sebagai saksi yang bisa dipergunakan dalam pelbagai hal," jelasnya.

Ketua Komisi Saksi NasDem (KSN) I Gusti Putu Artha mengaku, KSN ibarat pasukan Densus 88 di Polri dan pasukan Kopassus di TNI, yang memiliki fungsi selain melakukan pemetaan dan penggalangan juga mengawal suara di tempat pemungutan suara (TPS).(P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya