Jurus Jitu Ganjar-Yasin Menata Pasar

Akhmad Safuan
05/4/2018 08:05
Jurus Jitu Ganjar-Yasin Menata Pasar
(MI/Liliek Dharmawan)

CALON Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempunyai langkah berbeda 180 derajat dengan Gubernur DKI Anies Bawesdan dalam menata pasar dan membantu para pedagang meningkatkan penjualan sekaligus menjaga ketertiban.

Jika Anies dalam menata pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang, Jakarta, menutup jalan dan memberikan kepada pedagang untuk berjualan, Ganjar mempunyai cara yang berbeda dalam menata dan mengatur pedagang sekaligus meningkatkan penjualan.

Hal ini terungkap ketika Ganjar mengunjungi dan menyapa pedagang di Pasar Blora Kota, Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora dan mendapati ratusan pedagang berjualan di luar pasar di Jalan MR Iskandar hingga hanya menyisakan badan jalan 2-3 meter dari lebar jalan yang semestinya 7 meter.

''Lo kenapa kok jualan di jalan dan tidak masuk ke pasar,'' tanya Ganjar menyapa pedagang di Pasar Blora Kota.

Pertanyaan Ganjar langsung dijawab para pedagang di dalam sepi karena pembeli memilih di jalan yang lebih dekat.

Saat mendengar jawaban itu, calon gubernur nomor urut 1 itu menjawab bahwa bahwa para pedagang dapat kembali masuk berjualan di pasar dan berjanji akan mendatangkan pembeli hingga ramai dan penjualan meningkat.

Seusai berdialog langsung dengan pedagang pasar, Ganjar mengatakan pedagang yang berbelanja di jalan selain merusak keindahan dan tidak tertib, juga merugikan masyarakat, yakni hak pemakai jalan karena mengurangi badan jalan.

''Itu mudah menyelesaikannya dan pedagang bersedia kok untuk kembali ke dalam pasar asal dibuat ramai pembeli,'' ujar Ganjar.

Langkah meramaikan pasar dengan mengundang pembeli ialah pemerintah daerah tersebut aktif berkomunikasi dengan para pedagang yang lebih dahulu membentuk paguyuban yang merupakan representasi para pedagang.

Selain itu, setelah para pedagang diperlakukan secara adil dengan menempati kios atau lapak di dalam pasar, pemerintah daerah (pemkab/pemkot) akan memberikan rangsangan kepada para pembeli. Salah satunya dengan menarik karcis pasar yang kemudian diundi dan dibelikan hadiah menarik seperti mobil, motor, dan lain sebagainya.

Bangun perpusatakaan

Selain menata pasar, calon wakil gubernur Taj Yasin juga akan menjanjikan akan membangun perpustakaan di setiap desa. Hal itu dilakukan untuk menangkal peredaran hoaks (berita bohong) yang semakin meresahkan.

"Nanti akan kita buat perpustakaan di setiap desa di Jawa Tengah. Tujuannya supaya muncul gerakan gemar membaca," ujarnya di posko Santri Gayeng Jalan Sumbing 1 Semarang,kemarin.

"Kami ingin menyajikan, ini lho islam damai, islam itu rahmatan lil alamin yang bisa bersanding dengan agama lain. Itu sumbernya bisa dibaca di perpustakaan desa," imbuhnya.

Perpustakaan itu akan didekatkan ke pesantren dan para ulama dan santri bisa menyaring buku yang ada, sehingga tidak ada literasi berpaham ekstrem yang masuk ke masyarakat. Para ulama pun bisa mengajari masyarakat islam yang damai.(HT/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya