Kalla Sebut Tudingan Neolib tidak Relevan

TB/Dro/X-4
04/4/2018 07:25
Kalla Sebut Tudingan Neolib tidak Relevan
(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

GEGER pernyataan kontroversi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berlanjut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara soal tudingan Prabowo bahwa sistem ekonomi neoliberalisme (neolib) saat ini bercokol di Indonesia.

Menurut Kalla, tudingan itu tidak relevan dengan kondisi Indonesia. Ekonomi Indonesia, lanjutnya, memang menjalankan ekonomi terbuka, tetapi apa yang dilakukan Indonesia tidak seliberal Amerika Serikat.

"Indonesia tetap mementingkan kepentingan nasionalnya dan tidak sepenuhnya melepas kepada sistem pasar," kata Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.

Namun, kata Kalla, 'Negara Paman Sam' sendiri sedang beralih ke sistem proteksionis. "Jadi, kurang relevan lagi berbicara tentang ekonomi liberal atau tidak liberal karena Amerika sendiri yang kapitalis menjadi proteksionis," jelasnya.

Sebelumnya, dalam safari politik di Depok, Jawa Barat, pada 1 April 2018, Prabowo mengkritik berlakunya sistem ekonomi neolib. Bakal capres 2019 itu menuding kekayaan Indonesia tidak tersebar secara merata.

Dalam video internal Partai Gerindra pada 19 Maret 2018, Prabowo mengatakan Indonesia tidak ada lagi pada 2030 berdasarkan novel Ghost Fleet. Selanjutnya, pada 31 Maret 2018, di Istana Kana Cikampek, Karawang, Jawa Barat, mantan Danjen Kopassus itu menyinggung adanya elite yang goblok.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Bambang DH mengatakan perlunya menjaga etika berpolitik. "Sah-sah saja (melempar statement). Siapa pun yang akan running di 2019. Yang penting kan etika dijaga," katanya di Jakarta, kemarin.

Senada dengan Bambang, Wakil Sekjen Partai Golkar M Sarmuji mengatakan manuver politik harus sehat. "Jangan sampai kekerasan, termasuk kekerasan verbal, mewarnai politik di Indonesia," tandasnya.(TB/Dro/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya