Presiden Ajak Ulama Perangi Berita Bohong

Nur/X-6
04/4/2018 07:10
Presiden Ajak Ulama Perangi Berita Bohong
Presiden Joko Widodo berfoto bersama dengan para ulama Jawa Barat di halaman Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.(MI/PUSPA PERWITASARI)

PRESIDEN Joko Widodo melakukan silaturahim dengan para ulama dari Jawa Barat di Istana Negara. Sekitar 100 ulama hadir dalam silaturahim tersebut. Mereka berasal dari kalangan pondok pesantren dan ormas Islam.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengaku mendengarkan masukan-masukan terkait dengan masalah keumatan dari para ulama, termasuk fenomena berita bohong (hoaks).

"(Membahas) yang berkaitan dengan keumatan, pondok pesantren, ekonomi umat, yang berkaitan dengan bank wakaf mikro," kata Presiden seusai pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam di halaman Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Jokowi mengatakan masukan yang disampaikan ulama ialah masukan yang memang benar-benar dialami masyarakat.

"Karena beliau-beliau ini tiap hari ada di bawah, beliau-beliau yang mendengarkan keluhan-keluhan. Jadi, kita ini menampung, kemudian membuat kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan," sebut Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyampaikan bahwa pihaknya terbuka jika ada ulama daerah yang ingin bersilaturahim ke istana. Apalagi, silaturahim itu sekaligus memberikan masukan demi kebaikan bangsa.

"Ya terserah dari ulama-ulama yang ada di provinsi itu. Kalau beliau-beliau memang ingin memberikan masukan-masukan, ingin memberikan input bagi kebaikan provinsi, daerah, maupun negara, ya kita terima di istana," pungkasnya.

Terkait berita bohong yang marak belakangan ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat Rachmat Syafe'i mengatakan ulama memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat mengenai bahaya dari penyebaran hoaks.

"Ulama mempunyai kewajiban mengingatkan bahwa berita-berita (hoaks) sangat menyesatkan dan harus diatasi," katanya di halaman Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Rachmat menambahkan, ulama pun memberikan masukan kepada Presiden ihwal kehidupan keagamaan dan ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat bawah.(Nur/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya