Gatot Lemah, Prabowo Minim Figur Ideal

TB/P-3
04/4/2018 09:20
Gatot Lemah, Prabowo Minim Figur Ideal
(MI/M. Irfan)

PELUANG Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden sangat kecil. Terlebih belum ada partai yang ingin mengusung mantan Panglima TNI itu.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohammad Qodari mengatakan partai mau mengusung calon presiden dan wakil presiden kalau calon yang ingin diusung populer dan memiliki elektablitas tinggi.

“Sampai hari ini, itu semua tidak dimiliki Gatot Nurmantyo,” terang Qodari saat berbincang-bincang dengan Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Sejauh ini, lanjutnya, baru Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang muncul di permukaan sebagai calon presiden.  “Pastinya elektabilitas mereka berdua itu tinggi. Sementara Gatot Nurmantyo kan belum mendapat itu,” jelas Qodari.

Dari hasil survei Indo Barometer, Gatot Nurmantyo baru memiliki sekitar 3% dukungan sebagai calon presiden maupun wakil presiden. “Ya, saya kira dengan kondisi itu akan sulit untuk Gatot Nurmantyo dicalonkan,” tegasnya.

Bicara partai, sejauh ini sejumlah partai mendominasi dukungan ke Joko Widodo dan Prabowo, sedangkan sisa partai yakni Demokrat, PAN, dan PKB belum tentu ingin mendukung Gatot Nurmantyo.

“Demokrat kan cenderung ke Joko Widodo, sedangkan kalau PAN dengan PKB mau berkolisi enggak cukup kursinya. Makanya, Gatot Nurmantyo bisa kami bilang sangat kecil peluangnya,” ungkap Qodari. Ia menyebutkan, soal elektabilitas kecil itu bisa mengindikasikan seseorang tidak kuat, tetapi di sisi lain juga mengindikasikan bahwa sese-orang itu masih punya ruang tunggu yang sangat besar.

“Nah, Gatot Nurmantyo masih punya ruang tunggu itu,” ujarnya.
Qodari menambahkan lambatnya Prabowo Subianto mendeklarasikan diri sebagai calon presiden karena persoalan wakil. Keterlambatan itu bisa merugikan diri Prabowo.

“Saat ini Prabowo masih mengonsolidasikan masalah wakil bersama koalisinya (PKS) karena persoalan wakil itu krusial,” terangnya.
Menurut Qodari, ada banyak harapan dari wakil yang diinginkan sehingga Ketua Umum Partai Gerindra itu belum mendeklarasikan diri.

Harapan itu, lanjutnya, pertama tentunya dari dukungan partai koalisi, kedua pastinya soal elektabilitas wakil itu sendiri. “Kan sudah ada yang menyebut nama (politikus PKS) Anis Matta dan Gatot Nurmantyo. Bahkan yang menarik ada yang menyoal logistik. Karena menurut partai yang berkoliasi dengan Gerindra, wakil juga harus berkontribusi. Tentunya ya soal logistik,” ungkapnya.

Sampai saat ini, tambah Qodari, Prabowo belum menemukan figur yang ideal untuk dijadikan wakilnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya