Peluang Gatot Nyapres Kecil

M. Taufan SP Bustan
03/4/2018 15:43
Peluang Gatot Nyapres Kecil
(MI/M. Irfan)

PELUANG Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden sangat kecil. Terlebih belum ada partai yang ingin mengusung mantan Panglima TNI itu.

Direktur Eksekutif Indobarometer Mohammad Qodari mengatakan, partai mau mengusung calon presiden dan wakil presiden kalau calon yang ingin diusung populer. Terutama yang memiliki elektablitas tinggi.

“Sampai hari ini, itu semua tidak dimiliki Gatot Nurmantyo,” terang Qodari kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (3/4).

Sejauh ini, lanjutnya, baru Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang muncul di permukaan sebagai calon presiden. Itu semua tidak terlepas dari populernya Presiden dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

“Pastinya elektabilitas mereka berdua itu tinggi. Sementara Gatot Nurmantyo kan belum mendapat itu,” jelas Qodari.

Dari hasil survei Indobarometer, Gatot Nurmantyo baru memiliki sekitar 3 persen dukungan sebagai calon presiden maupun wakil presiden. “Ya, sakira dengan kondisi itu akan sulit untuk Gatot Nurmantyo dicalonkan,” tegasnya.

Bicara partai, sejauh ini pun sejumlah partai mendominasi dukungannya ke Joko Widodo dan Prabowo, sementara sisa partai yakni Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menentukan pilihan belum tentu ingin mendukung Gatot Nurmantyo.

“Demokrat kan cenderung ke Joko Widodo, sementara kalau PAN dengan PKB mau berkolisi nga cukup kursinya. Makanya, Gatot Nurmantyo bisa kami bilang sangat kecil peluangnya,” ungkap Qodari.

Ia menyebutkan, soal elektabilitas kecil itu bisa mengindikasikan seseorang tidak kuat, namun di sisi lain juga mengindikasikan bahwa seseorang itu masih punya ruang tunggu yang sangat besar.

“Nah, Gatot Nurmantyo masih punya ruang tunggu itu,” ujarnya.

Qodari menambahkan, kuncinya bukan elektablitas, tapi lebih ke partai dulu. Karena seseorang tidak bisa bicara eleketablitas kalau belum ada dukungan partai.

“Seberapa hebat pun, seberapa kuat pun, dan seberapa bagus pun seseorang calon kalau tidak ada dukungan partai, itu akan percuma,” tandasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya