Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie berharap Ditjen Imigrasi bisa memperkuat strategi komunikasinya dengan menggunakan media sebagai alat komunikasi kepada masyarakat.
Untuk itu, mereka menggelar kegiatan Pengarahan Pimpinan dan Seminar Strategi Komunikasi. Seminar itu sekaligus untuk memperkuat cara berkomunikasi Ditjen Imigrasi beserta jajaran di bawahnya kepada publik.
"Memperkuat cara berkomunikasi Ditjen Imigrasi dan jajarannya kepada publik dengan perantara media, baik media cetak, elektronik, maupun media sosial," kata Ronny F Sompie di Gedung Imigrasi, Jakarta, kemarin.
Seminar tersebut dihadiri 300 peserta. Peserta yang hadir antara lain kepala kantor Imigrasi seluruh Indonesia baik kelas I khusus, kelas I, kelas II, dan Kelas III serta jajaran di bawah Ditjen Imigrasi lainnya.
Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno menekankan komunikasi menjadi hal yang sangat penting bagi seluruh kementerian, khususnya Ditjen Imigrasi.
"Ada persoalan komunikasi secara internal dan eksternal. Hal inilah yang akan kita bangun. Kesadaran berupa mindset bahwa komunikasi tidak semata-mata pemberitaan, tidak semata-mata pembekalan, tapi lebih dari itu, sehingga tujuan organisasi, visi, dan misi tercapai."
Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong yang menjadi pembicara dalam seminar itu memberikan tips bagaimana menghadapi media ketika suatu lembaga/kementerian mengalami krisis.
Menurutnya, krisis bisa berasal dari internal dan eksternal. Krisis internal bisa dihindari karena itu bisa diprediksi. Namun, krisis yang berasal dari luar tidak bisa dihindari.
"Sedapat mungkin kita menghindari krisis dari dalam karena itu bisa diperhitungkan," katanya.
Untuk menghadapi krisis yang dialami suatu lembaga, Usman mengatakan ada dua cara. Pertama, melakukan kontranarasi. Kontranarasi digunakan untuk jangka pendek. Kontranarasi tersebut bisa dilakukan melalui media sosial atau media arus utama (mainstream). "Perlu media mainstream kalau menghadapi krisis yang terviralkan melalui medsos."
Kedua, imbuh Usman, menggunakan narasi alternatif. Narasi alternatif harus disampaikan secara terus-menerus kepada publik.(Nur/P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved