Saya tidak Mungkin Mengintervensi

Golda Eksa
03/4/2018 07:30
Saya tidak Mungkin Mengintervensi
(MI/Adam Dwi)

MAHKAMAH Konstitusi (MK) melalui rapat permusyawaratan hakim yang dilanjutkan dengan voting memutuskan Anwar Usman sebagai Ketua MK periode 2018-2020, kemarin.

Bagaimana Anwar memimpin MK ke depan? Berikut petikan wawancara wartawan Media Indonesia Golda Eksa dengan Anwar seusai acara pengucapan sumpah Ketua MK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Anda menjadi Ketua MK memasuki tahun politik 2018-2019 yang terbilang berat. Ada strategi khusus?

Bagi MK, kasus apa pun yang masuk sebenarnya sama saja, sudah ada hukum acaranya. Apakah itu pengujian UU kaitannya dengan pilkada, pileg, dan pilpres. Insya Allah semua (dapat diselesaikan) karena sudah ada aturan mainnya.

Beberapa waktu lalu ada kasus hukum yang menimpa hakim MK. Anda yakin seluruh hakim MK solid mengembalikan kepercayaan publik?

Insya Allah, harus yakin. Insya Allah solid semua. Kami akan mewujudkan itu sehingga bisa memberikan kepercayaan publik bahwa apa yang dilakukan selama ini sudah on the track.

Setelah menjadi Ketua MK, apa yang Anda lakukan pertama kali?

Saya meneruskan kepemimpin-an Pak Arief. Selama mendam-pingi beliau sebagai Wakil Ketua MK, saya belajar banyak. Hal yang sudah sangat baik diteruskan. Jika ada program yang belum terlaksana, insya Allah diteruskan.

Anda terisak ketika menyampaikan ucapan terima kasih kepada Arief Hidayat.

Iya, betul. Saya mendampingi beliau lama. Saya sebagai wakil dan beliau ketua. Saya tahu persis bagaimana beliau memimpin dan membangun birokrasi di MK. Insya Allah ini menjadi bahan bagi kami membawa MK semakin meningkat di segala bidang.

Hubungan Anda selama ini tidak terganggu meski Arief sempat tersandung pelanggaran etik?

Oh, tidak. Itu kan masalah pribadi. Saya juga tidak mungkin mengintervensi.

Selain berada dalam jabatan struktural, ilmu apa yang Anda peroleh dari Arief Hidayat?

Beliau guru besar di Unpad dan orangnya banyak memberikan ilmu terutama sosiologi hukum, dan filsafat hidup.

Anda mengucap innalillahi di pidato perdana. Sudah terasa beratnya menjadi Ketua MK?

Begini. Orang jangan mengasosiasikan innalillahi seolah-olah ada orang yang meninggal. Itu kan berarti 'segala sesuatu berasal dari Allah'. Termasuk jabatan Ketua MK ini, saya kembalikan semuanya kepada Allah.

Bagaimana Anda menjaga kredibilitas MK di tahun politik ini?

Insya Allah, semua kami kembalikan kepada Allah. Saya tadi bilang innalillahi. Artinya, kalau kita serahkan semua, Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya