Bangun Pesimisme Jadi Strategi Prabowo Jelang Pilpres 2019

Nur Aivanni
02/4/2018 20:20
Bangun Pesimisme Jadi Strategi Prabowo Jelang Pilpres 2019
(MI/Rommy Pujianto)

DIREKTUR Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggunakan pola yang sama seperti yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Pemilihan Presiden AS 2016 lalu untuk menarik dukungan publik.

Strategi yang digunakan adalah membangun pesimisme dan ketakutan mengenai situasi dan kondisi saat ini dan masa yang akan datang.

"Beliau punya sebuah strategi membangun ketakutan, membangun pesimisme mengenai situasi dan kondisi Indonesia pada hari ini maupun di masa yang akan datang. Dengan asumsi bahwa mereka-mereka yang takut dan pesimis mengenai kondisi sekarang dan akan datang akan lari ke dia, mendukung dia, dan tidak mendukung yang sekarang ini," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Senin (2/4).

Menurut Qodari, kemenangan Donald Trump tersebut menjadi inspirasi bagi Prabowo untuk menerapkannya jelang Pilpres 2019.

"Kemenangan Donald Trump itu menjadi inspirasi, walaupun gaduh, ramai, kontroversial, tapi yang penting menang," ucapnya.

Seperti diberitakan, jelang Pilpres Indonesia 2019 Prabowo kian gencar melontarkan kritik kepada pemerintah. Sebelumnya, Prabowo sempat melempar isu bahwa Indonesia akan bubar pada 2030. Kemudian, ia pun kembali melontarkan pandangannya yang mengkritik kesenjangan ekonomi yang ada di Indonesia.

Qodari mengatakan bahwa sebagai elite politik memang seharusnya Prabowo bisa menjaga pernyataannya agar tidak membuat gaduh. Namun, sambungnya, pernyataan tersebut harus dilihat dari sudut pandang pertarungan politik.

"Ini memang pilihan-pilihan nilai sebagai seorang pemimpin, tapi mungkin beberapa orang lebih mementingkan kemenangan di atas yang lain-lain," ucapnya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya