Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERDAKWA kasus dugaan merintangi pemeriksaan KPK, dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo diketahui menginstruksikan kepada perawat Setya Novanto untuk hanya menempel infus ke tangan terdakwa kasus korupsi KTP-e itu
"Saat pasien baru sampai ruang rawat dan dipindahkan dari brankar instalasi gawat darurat ke brankar ruang rawat, dokter Bima sempat bilang infus ditempel saja. Lalu saya kaget," kata saksi Indri Astuti, perawat RS Medika Permata Hijau yang merawat Novanto setelah kecelakaan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Senin (2/4).
Selain hanya meminta infusan ditempel, kejanggalan yang dilihat saksi dilakukan oleh Bimanesh selanjutnya adalah Bimanesh diketahui oleh saksi menulis injeksi infus pada catatan harian dokter untuk Novanto. Padahal saat itu infus belum dipasang oleh perawat.
Untuk itulah, Indri pun bertanya untuk menegaskan kepada Bimanesh perihal pemasangan infus kepada Novanto.
"Saya bilang, 'Dokter itu ada injeksi. Diinfus ya dok berarti?,' lalu dokter Bima bilang ya sudah pasang infus," ungkap Indri.
Tak lama Indri pun memasangkan infus kepada Novanto.
Selain persoalan infus, Indri juga mengungkapkan ketika Novanto tiba di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dalam keadaan tidak sadar setelah kecelakaan, justru mengejutkan perawat yang memberi tindakan medis kepadanya dengan meminta diperban.
"Saat saya masuk ruangan lagi untuk mengecek pasien setelah mengembalikan alat tensi ke konter perawat di lantai itu, saya kaget tiba-tiba pasien tanya dengan nada agak membentak 'kapan saya diperban?', lalu saya menjawab, nanti tunggu dokter berkunjung," kata Indri.
Terkejutnya Indri disebabkan selama pemeriksaan awal begitu masuk ruang rawat, Novanto selalu diam ketika perawat meminta izin untuk memberi tindakan medis.
"Saya selalu izin pasien Pak, saat mau rekam jantung saya bilang 'bapak, saya rekam jantung dulu ya,' dia diam saja. Makanya saya kaget tiba-tiba dia bicara begitu," ungkapnya.
Indri dibuat terkejut kembali oleh Novanto saat dirinya memasang perban. Novanto yang terus diam dan tidur justru membuka mata dan meminta obat merah pada Indri.
"Saat saya pakaikan salep sebelum pasang perban, tiba-tiba dia minta obat merah. Saya jawab di RS sudah tidak ada obat merah Pak. Adanya ini, betadine," kata Indri.
Ditambah saat itu di ruang rawat Novanto, televisi yang sedang menyala tengah menayangkan berita kecelakaan Novanto. Indri pun berpikir ada yang tidak beres.
"Saya kaget sekali. Kok pasien begitu. Seperti marah kepada saya. Saya bingung. Ditambah televisi di ruang rawat sedang menayangkan berita kecelakaan itu. Saya jadi gemetar," ungkapnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved